Tekan Kenakalan Remaja, Pemko Banjarmasin Gencarkan Program “Satu Arah” di Sekolah

oleh
oleh
Pemkot Banjarmasin Gencarkan Program "Satu Arah" di Sekolah. (Foto: Diskominfotik Banjarmasin)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus memperkuat peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini dilakukan melalui program unggulan bertajuk Sekolah Taat Peraturan Daerah (Satu Arah) di SMPN 29 Banjarmasin, Selasa (22/7).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menekankan pentingnya memahami peran Satpol PP bukan hanya sebagai penertib di ruang publik. Tetapi juga sebagai mitra dalam membina dan melindungi generasi muda dari pengaruh buruk lingkungan.

“Satpol PP itu bukan hanya menertibkan pedagang kaki lima. Mereka juga ikut mengawasi perilaku remaja di luar jam sekolah. Ini termasuk yang terlibat tawuran, bolos, atau bahkan penyalahgunaan zat berbahaya seperti lem fox. Ini bagian dari perhatian dan kasih sayang agar anak-anak kita tumbuh sehat, berakhlak, dan bertanggung jawab,” ujar Yamin.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan membentuk karakter peserta didik tak bisa membebankannya hanya pada guru.

Perlu ada sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Langkah ini penting dalam membina anak-anak agar tumbuh sebagai pribadi yang kuat secara moral dan sosial.

“Guru membimbing di sekolah, orang tua membentuk karakter di rumah, dan kami hadir dari sisi pembinaan umum. Ini adalah kerja bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengungkapkan bahwa program Satu Arah mulai bergulir sejak 2023. Hal ini merupakan respons terhadap meningkatnya angka kenakalan remaja pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2022 hingga awal 2023 kami mendapati banyak kasus anak yang bolos sekolah, tawuran, ngelem, bahkan ditemukan dalam kondisi mabuk. Program ini adalah upaya preventif agar kita bisa mencegah sejak dini,” jelas Muzaiyin.

Pendekatan edukatif dan persuasif menjadi cara petugas dalam penyampaian sosialisasi. Agar siswa tidak hanya memahami hukum, tetapi juga memiliki kesadaran disiplin dan tanggung jawab sosial.

“Harapan kami, setidaknya program ini bisa meminimalisir potensi kenakalan remaja dan mengarahkan mereka ke jalur yang lebih positif,” tambahnya.

Hingga pertengahan 2025, program “Satu Arah” telah menyentuh 48 sekolah di Kota Banjarmasin. Program ini terdiri dari 35 SMP dan 13 SMA Negeri.

Visited 1 times, 1 visit(s) today