KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Puluhan karyawan Hotel Batung Batulis Banjarmasin dan Banjarbaru kini tak lagi bekerja. Kontrak tak lagi mendapat perpanjangan. Semua imbas dari penghentian operasional hotel.
Satu sisi PT. Bangun Banua selaku pemilik hotel melakukan penghematan. Sisi lainya merumahkan karyawan yang jumlahnya sekitar 30 orang. “Dirumahkannya puluhan karyawan ini sangat terpaksa. Karena penghentian operasional dua Hotel Batung Batulis,” papar Direktur Utama PT. Bangun Banua, Afrizaldi, Kamis (17/4/2025).
Jumlah karyawan di dua hotel tersebut sekitar 30 orang. Namun, tidak semua dirumahkan. Beberapa karyawan masih bekerja untuk manajemen aset.
Alasan penghentian operasional dua hotel yang bernaung di bawah BUMD PT Bangun Banua itu, karena tidak menguntungkan. Bahkan membebani APBD. Biaya operasional kedua hotel tersebut tak sebanding dengan pendapatan. Selama bertahun-tahun, dua hotel itu tidak berkembang.
Dalam pembenahan dua unit usaha ini, Afrizal mengatakan bisa saja nantinya tak lagi menjadi hotel. Bisa usaha lain. Seperti pemanfaatan untuk aula, gedung serba guna yang dapat berfungsi bermacam kegiatan.
Jika nantinya tetap dengan unit usaha perhotelan, Afrizal bilang, maka manajemennya akan berubah. Yang bekerja hanya orang professional di bidangnya. Bangun Banua menawarkan kepada pihak swasta untuk renovasi dan pemanfaatan asel. Opsinya menjadi kafe, ruang terbuka, dan gedung serbaguna besar.
Senada, Gubernur Kalsel, Muhidin juga bilang, supaya bisa bersaing dengan hotel swasta, dua hotel tersebut harus terkelola secara profesional.
Ia juga membuka opsi pengelolaan nantinya oleh pihak ketiga atau investor. “Laporannya terus merugi. Kita tutup sementara untuk pembenahan, sambil menawarkan kepada pihak swasta,” jelas Muhidin.
Dari laporan dua hotel itu tak sebanding antara pemasukan dengan biaya operasional. Pemasukan rata-rata Rp500 juta per tahun. Sedangkan biaya operasional lebih Rp1,2 miliar per bulan. Atas dasar itu operasional hotel berhentik. Dan berdampak puluhan karyawan tak lagi bekerja.
Muhidin berharap dua hotel tersebut dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).





