KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin kembali mengalami kekosongan stok darah yang mengkhawatirkan. Untuk memenuhinya warga di imbau untuk menyumbangkan darahnya.
Hampir seluruh golongan darah, terutama O dan B, stoknya habis. Kondisi ini menyulitkan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan transfusi bagi pasien-pasien dalam kondisi kritis.
“Kami benar-benar kehabisan stok. Hampir semua golongan darah kosong, terutama golongan O dan B yang paling banyak dibutuhkan,” kata Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr. Aulia Ramadhan Supit, Minggu (13/4/2025).
Menurut Aulia, permintaan darah terus berdatangan dari rumah sakit, terutama untuk pasien yang menjalani operasi darurat, ibu melahirkan berisiko tinggi, serta penderita thalassemia.
Namun, lonjakan kebutuhan ini tidak sebanding dengan jumlah pendonor yang datang.
“Ini situasi yang genting. Kami mohon masyarakat, terutama yang sehat dan memenuhi syarat donor, agar bisa mendonorkan darahnya. Ini bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya tegas.
PMI Banjarmasin membuka layanan donor darah setiap hari, termasuk akhir pekan. Masyarakat bisa langsung datang ke UDD PMI Kota Banjarmasin atau mengikuti kegiatan donor darah yang ada di berbagai titik di kota.
“Kami bahkan siap menjemput pendonor jika diperlukan. Yang penting sekarang gotong royong dan kepedulian bersama,” tambah Aulia.
PMI mengimbau masyarakat yang ingin berdonor untuk memastikan dalam kondisi sehat, berusia 17-60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kg, serta tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Informasi lebih lanjut warga bisa mengaksesnya melalui media sosial resmi PMI Banjarmasin atau hotline layanan yang tersedia.





