KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan tetap mengintensifkan patroli dan kegiatan pembasahan lahan di kawasan hutan lindung Lianganggang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun kawasan tersebut telah diguyur hujan selama dua hari terakhir.
Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir memang membantu meningkatkan kelembapan tanah dan vegetasi di kawasan hutan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat seluruh wilayah terbebas dari risiko kebakaran.
Terlebih, kawasan hutan lindung Liangnggang memiliki karakteristik lahan yang memerlukan pengawasan secara berkelanjutan. Terutama pada area yang masih berpotensi mengalami kekeringan.
Melalui kegiatan patroli rutin, petugas Dinas Kehutanan Kalsel melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi kawasan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Pengawasan ini juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api maupun asap yang dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran.
Pembasahan
Selain patroli, petugas turut melaksanakan pembasahan pada sejumlah area yang masih membutuhkan penanganan.
“Upaya tersebut untuk menjaga kelembapan lahan sekaligus mengurangi potensi terjadinya kebakaran, khususnya pada bagian kawasan yang rentan mengalami kekeringan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra.
“Upaya pencegahan karhutla tidak boleh hanya bergantung pada kondisi cuaca. Meskipun hujan telah turun selama dua hari, pemantauan dan kesiapsiagaan petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan,” sambungnya.
Langkah antisipasi perlu agar mengetahui potensi kebakaran dan penanganan sedini mungkin. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko meluasnya kebakaran yang dapat merusak kawasan hutan, mengganggu lingkungan, serta berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Kegiatan patroli dan pembasahan juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Kehutanan Kalsel dalam menjaga kawasan hutan lindung Lianganggang agar tetap aman dari ancaman karhutla. Pengawasan secara langsung penting untuk mengetahui perkembangan kondisi lapangan, terutama setelah terjadi perubahan cuaca akibat turunnya hujan.
Di sisi lain, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan konsistensi serta keterlibatan berbagai pihak. Selain kesiapan petugas, kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla.
Dinas Kehutanan Kalsel pun terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemantauan kawasan, patroli lapangan, dan pembasahan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan.





