KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Kemarau yang berlangsung hampir empat bulan membuat petani di Kabupaten Balangan kesulitan bercocok tanam. Hujan dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sempat turun belum cukup membasahi lahan yang mengering.
Nasrullah, petani asal Kecamatan Awayan, mengatakan hujan buatan beberapa waktu lalu hanya turun sebentar sehingga kondisi tanah masih kering dan belum mencukupi kebutuhan air untuk pertanian.
“Memang kemarin sempat ada hujan dari OMC, tapi itu cuma lewat sebentar. Tanahnya masih kering kerontang di bagian bawah, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air untuk bertani,” ungkap Nasrullah, Sabtu (17/10/2026).
Minimnya pasokan air membuat petani yang lahannya jauh dari sungai terpaksa menunda jadwal tanam. Sementara itu, petani yang memiliki kebun dekat aliran sungai masih bisa menyiram tanaman secara manual.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan keluarga petani. Lahan yang biasanya produktif kini terpaksa tanpa hasil karena kekurangan air.
Dampak kemarau juga dirasakan petani karet. Meski harga jual karet sedang tinggi, produksi getah menurun akibat kondisi kering berkepanjangan.
“Walaupun harga jual karet sekarang sedang mahal, tapi kalau getah yang keluar dari pohonnya cuma sedikit, ujung ujungnya penghasilan kami tetap saja berkurang drastis,” keluhnya.
Para petani kini berharap hujan alami segera turun agar lahan kembali basah, aktivitas pertanian pulih, dan pendapatan mereka membaik.





