KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Persiapan pelaksanaan haul jamak ke-2 Datu Tungkaran mulai terlihat. Dekorasi panggung untuk kegiatan tersebut berangsur rampung.
Haul jamak ini dijadwalkan pada Ahad (18/10) di depan kubah Datu Tungkaran, Desa Tungkaran, Martapura, Banjar dan menghadirkan Guru Abdul Hadi Arsyad sebagai penceramah.
Haul jamak Datu Tungkaran merupakan kegiatan untuk mengenang sejumlah tokoh ulama dan leluhur yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, yang masyhur dengan sebutan Datu Kelampayan.
Peringatan hal ini meliputi untuk beberapa tokoh. Yaitu Datu Bajut, Syekh Abdul Wahab Bugis, Datu Bidur, Musyait Wali, dan Datu Fatimah.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sendiri merupakan ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Sementara itu, Syekh Abdul Wahab Bugis dalam sejarah sebagai salah seorang ulama yang memiliki hubungan dekat dengan Datu Kelampayan, termasuk melalui ikatan keluarga.
Datu Bajut dan Datu Bidur merupakan istri dari Datu Kelampayan. Adapun Datu Fatimah adalah anak dari Syekh Abdul Wahab Bugis dan cucu dari Datu Kelampayan.
Sementara H Musyait Wali juga merupakan cucu dari Datu Kelampayan. Kelima kerabat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari ini bermakam di Desa Tungkaran dalam satu kubah.
Datu Kelampayan sendiri merupakan ulama besar dari tanah Banjar. Dia juga seorang Mufti Kerajaan Banjar. Banyak kitab karangannya yang menjadi rujukan umat islam di Asia dalam ilmu fikih. Yang paling terkenal adalah Kitab Sabilal Muhtadin.





