KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Rumah orang tua Mariana Dewi Nurlitasari (23) di kawasan Beramban, Pelaihari, tampak kosong. Kedua orang tuanya memilih berangkat ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk menanti kabar anak mereka yang dugaanya menjadi penumpang KM Virgo Transport 8.
KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Hingga Senin (14/9/2026), Mariana masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Mariana adalah tenaga Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (SP3) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanahlaut. Ia bertugas mendampingi masyarakat di Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan Tanahlaut, Muhammad Hadiat Wicaksono, membenarkan Mariana merupakan tenaga SP3 aktif di wilayah tersebut.
“Inggih beliau sebagai SP3 di Tanahlaut Desa Pemalongan,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Hadiat mengatakan Mariana mulai bertugas sebagai tenaga SP3 di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanahlaut sejak Maret 2026.
Kini, jajaran Dinas terus memantau perkembangan pencarian sambil menunggu informasi resmi dari pihak keluarga yang berada di Pelabuhan Trisakti.
“Untuk orang tua beliau masih menunggu di Pelabuhan Banjarmasin. Jadi, kami masih menunggu informasi dari orang tua beliau. Kita mendoakan mudah-mudahan beliau masih dalam keadaan sehat walafiat dan semoga selamat,” tuturnya.
Keberadaan Mariana berkaitan dengan pelayaran KM Virgo Transport 8 yang membawa penumpang dari Surabaya menuju Banjarmasin. Namun, hingga kini pihak terkait masih menunggu kepastian dari proses pencarian dan pendataan korban.
Di rumahnya di Beramban RT 26, Kelurahan Pelaihari, tidak ada orang tua Mariana yang bisa kami temui. Mereka memilih berada di Banjarmasin agar dapat langsung mengikuti perkembangan pencarian dan pendataan korban di posko Basarnas.
Rekan kerja dan masyarakat Tanahlaut kini berharap Mariana segera ditemukan.





