KALSELMAJU.COM, SEMARANG – Kalimantan Selatan turut mengirimkan kafilah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam pawai taaruf MTQ Nasional, kafilah Kalsel menampilkan mobil hias yang cukup menarik dengan konsep “Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Budaya Banua.”
Konsep ini memadukan nilai-nilai Al-Qur’an dengan budaya dan kearifan lokal Kalsel, sekaligus merepresentasikan tema MTQ Nasional XXXI, “Menggali Al-Qur’an, Mewujudkan Generasi Qur’ani.” Termasuk moto Kalsel, Banua Berakhlak, Kalsel Berkah.”
Sejumlah ikon budaya dan kehidupan masyarakat Banua ditampilkan dalam mobil hias tersebut. Al-Qur’an menjadi elemen utama yang menggambarkan sumber cahaya dan petunjuk kehidupan serta semangat membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
Identitas budaya di Kalsel diperkuat melalui ornamen jukung dan Pasar Terapung. Jukung menggambarkan kehidupan masyarakat Kalsel yang lekat dengan sungai, sekaligus mencerminkan ketangguhan dan kearifan lokal.
Sementara itu, Pasar Terapung merepresentasikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang menjunjung kebersamaan, keramahan, kejujuran, dan amanah.
Mobil hias juga menampilkan Kain Sasirangan sebagai simbol identitas budaya Kalel. Motif dan warna Sasirangan menggambarkan keberagaman yang berpadu dalam harmoni, sekaligus menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya daerah.
Ikon Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Ikon Masjid Raya Sabilal Muhtadin turut menjadi bagian dari desain. Masjid tersebut merepresentasikan pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, dan pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an.
Selain itu, sepasang pengantin dengan pakaian adat Banjar menggambarkan keberlanjutan generasi serta peran keluarga dalam menanamkan nilai agama dan akhlak.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurrazi, mengatakan keikutsertaan Kalsel dalam Pawai Ta’aruf menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Banua sekaligus menyampaikan pesan keislaman kepada masyarakat.
“Melalui mobil hias ini, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berjalan harmonis dengan budaya dan kearifan lokal Banua,” ujar Razi.
“Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun kehidupan, sementara budaya menjadi identitas yang terus kita jaga dan lestarikan,” imbuhnya.
Cerminan Kehidupan Masyarakat Kalsel
Setiap unsur memiliki keterkaitan dalam menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, mulai dari Al-Qur’an, masjid, keluarga, jukung, Pasar Terapung, hingga Kain Sasirangan.
“Ini bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga membawa pesan tentang kehidupan masyarakat Kalsel yang . Bberimanerbudaya, menjunjung kebersamaan, serta berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani,” katanya.
Mengikuti Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia. Rute pawai mulai dari Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.
Bagi Kafilah Kalsel, keikutsertaan dalam pawai tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banua sekaligus memperkuat semangat persaudaraan antarkafilah.





