KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin keluar sebagai juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar Kalimantan Selatan 2026 di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Kamis (3/9/2026) sore.
Banjarmasin memimpin klasemen akhir dengan torehan 15 medali emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Posisi kedua Kabupaten Tapin dengan enam emas, dua perak, dan lima perunggu.
Sementara Kota Banjarbaru berada di peringkat ketiga dengan raihan empat emas, tujuh perak, dan 10 perunggu.
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kalimantan Selatan, Herita Warni, mengatakan dominasi Banjarmasin dalam Kejurprov kali ini tidak terlepas dari semakin berkembangnya pembinaan atlet usia dini melalui klub-klub anggar di daerah tersebut.
Menurutnya, persaingan antardaerah juga semakin merata. Hal itu terlihat dari seluruh kabupaten dan kota peserta yang berhasil membawa pulang medali.
“Banjarmasin yang mendominasi. Sekarang banyak anak-anak yang berlatih di Banjarmasin, terutama melalui klub-klub,” ujar Herita.
Indikator Positif
Ia menambahkan, perkembangan tersebut menjadi indikator positif bagi pembinaan olahraga anggar di Kalimantan Selatan. Terlebih, kepengurusan IKASI kini telah terbentuk di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Herita menyebut Kejurprov 2026 mempertandingkan 28 kategori, mulai dari kelompok usia di bawah 10 tahun (U-10), pra-kadet, kadet, junior hingga senior, baik putra maupun putri. Pertandingan menggunakan tiga nomor senjata, yakni sabel, degen, dan floret, termasuk nomor beregu.
Kelompok U-10 sebagai bagian dari strategi pembinaan atlet sejak usia dini. IKASI Kalsel berharap keberadaan kategori tersebut dapat memperluas minat masyarakat sekaligus menjadi fondasi regenerasi atlet anggar di Banua.
“Sekarang secara kuantitas sudah cukup banyak dan antusiasme masyarakat juga sangat baik. Karena itu, kami menyasar kelompok usia kecil untuk pembinaan ke depan,” katanya.
Kejurprov Anggar Kalsel 2026 diikuti sekitar 268 peserta untuk nomor individu, sementara jumlah peserta yang mengikuti pertandingan, termasuk nomor beregu, tercatat lebih dari 300 orang.
Terkait peluang atlet hasil Kejurprov untuk dipersiapkan menghadapi Pra-PON, Herita mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian jadwal dari Pengurus Besar (PB) IKASI.
Jika Pra-PON digelar dalam waktu dekat, hasil Kejurprov akan menjadi salah satu bahan pemantauan dalam menentukan atlet yang akan dibina. Namun, apabila pelaksanaannya masih cukup lama, IKASI Kalsel berpeluang kembali menggelar Kejurprov sebagai bagian dari proses seleksi dan evaluasi.
“Kami sudah memantau beberapa atlet dari hasil kejuaraan ini. Tinggal bagaimana pembinaannya ke depan. Anggar tidak bisa dalam satu atau dua bulan langsung menjadi juara. Dibutuhkan pembinaan yang matang, terencana, dan sistematis,” jelasnya.
Herita menegaskan, capaian prestasi anggar Kalsel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Pada ajang PON sebelumnya, Kalsel untuk pertama kalinya berhasil menyumbangkan medali melalui cabang olahraga anggar setelah selama puluhan tahun belum meraih medali di ajang tersebut.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet anggar Kalsel di tingkat nasional maupun internasional.
“Selama puluhan tahun Kalsel tidak pernah menyumbangkan medali di PON. Baru pada PON sebelumnya kami mendapatkan satu medali perunggu. Ini menjadi motivasi untuk pembinaan ke depan,” pungkasnya.





