KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kemarau ekstrem yang menyebabkan penurunan debit sungai mulai menekan ketersediaan air baku di Kota Banjarmasin. PAM Bandarmasih mengambil sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan air bersih sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan pihaknya memaksimalkan sumber air baku yang masih tersedia. Selain itu juga melakukan pemantauan, merekayasa pola distribusi, serta mengoptimalkan proses blending air baku.
“Yang kami lakukan bukan hanya menangani kondisi hari ini. Di lapangan kami terus mencari dan mengoptimalkan sumber yang tersedia. Sekaligus menyiapkan langkah agar dapat mengantisipasi persoalan air baku ini secara lebih permanen,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Menurut Zulbadi, penurunan debit sungai juga meningkatkan potensi intrusi air laut. Karena itu, PAM Bandarmasih melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan pengelolaan sumber air baku tetap berjalan.
Untuk membantu masyarakat yang terdampak, PAM Bandarmasih menyiagakan mobil tangki air bersih gratis ketika pelayanan melalui jaringan perpipaan mengalami tekanan akibat kondisi sumber air baku.
Sebagai langkah jangka panjang, PAM Bandarmasih menyiapkan sejumlah infrastruktur untuk memperkuat ketahanan air baku. Salah satunya rencana pemasangan pipa air baku berdiameter 800 milimeter dari Pematang Panjang menuju IPA 2.
Selain itu, PAM Bandarmasih menyiapkan pembangunan embung atau bak prasedimentasi sebagai penunjang ketersediaan dan cadangan air baku ketika debit sungai kembali menurun.
“Solusi jangka panjang ini memang membutuhkan proses, mulai dari perencanaan, koordinasi, pembiayaan hingga pembangunan. Tetapi ini yang sedang kami dorong, agar ke depan pelayanan tidak hanya bergantung pada kondisi sumber air baku saat musim kemarau,” paparnya.
Rencana penguatan sistem air baku tersebut telah dibahas bersama pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.
Zulbadi menegaskan penguatan infrastruktur diperlukan agar PAM Bandarmasih memiliki sistem penyediaan air baku yang lebih andal dalam menghadapi kemarau dan perubahan kondisi lingkungan.





