KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan warga Kabupaten Balangan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat meningkat hingga 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan mencatat 10.637 kasus ISPA sepanjang tahun berjalan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 8.183 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Balangan, Juhriadi, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan tertinggi terjadi pada minggu ke-29 dengan 366 kasus, atau meningkat 41,9 persen dari minggu sebelumnya yang mencatat 271 kasus.
“Kenaikan keluhan ISPA yang intensif dimulai pada minggu ke-28 hingga ke-33 tahun ini dengan total 2.037 kasus atau rata-rata 335 kasus per minggunya,” kata Juhriadi, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dinas Kesehatan Balangan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Masyarakat juga bisa menunda sementara kegiatan olahraga maupun aktivitas lain yang membutuhkan waktu lama di ruang terbuka.
“Kami menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan sementara waktu, termasuk menunda kegiatan olahraga. Meskipun sudah menggunakan masker, tetap ada potensi terpapar asap,” tegasnya.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan konsentrasi partikulat udara di Balangan sempat mencapai 794,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Rabu pagi.
Kondisi tersebut masuk kategori sangat berbahaya, terutama akibat asap dari kebakaran lahan gambut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dan partikulat dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.





