KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin mulai menurun. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat 1.300 kasus sepanjang Juli 2026, turun 184 kasus dari Juni yang mencapai 1.484 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan penurunan ini menjadi kabar baik namun masyarakat jangan lengah.
“Walau terbilang aman, tetap kita harus waspada,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Meski tidak terdapat karhutla di wilayah Kota Banjarmasin, kabut asap kiriman dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala masih terasa. Kondisi ini meningkatkan risiko ISPA, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas tinggi di luar ruangan.
“Kebanyakan kasus terjadi pada orang dewasa karena aktivitas tinggi di luar rumah saat kemarau dan adanya kabut asap,” jelasnya.
Yanuar mengingatkan bahwa jika karhutla terus berlangsung dan kualitas udara memburuk, kasus ISPA berpotensi kembali melonjak.
Dinas mengimbau masyarakat agar makan makanan bergizi, memakai masker saat keluar rumah. Serta mengurangi aktivitas luar ruangan saat kabut asap. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan juga telah siaga. Sebelumnya, Dinas Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh puskesmas sekitar satu bulan lalu terkait peningkatan kewaspadaan dini terhadap lonjakan ISPA selama musim kemarau.





