KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Merespon keluhan masyarakat, PT AM Bandarmasih kembali berlakukan pendistribusian air tawar terhitung besok Selasa (29/9/2026).
Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan sudah menghentikan air non konsumsi, yang hanya di peruntukan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
“Saat ini tentu kekurangan air baku kurang lebih sekitar 1.900 meter kubik/ perjam atau sekitar 33 persen dari total produksi. Kekurangan inj tentu memiliki dampak terhadap distribusi air terhadap masyarakat,” terangnya, Senin (29/9/2026).
Adapun wilayah yang terdampak adalah Banjarmasim Timur, Barat, Selatan, Utara dan Tengah, karena kurangnya air yang akan didistribusikan.
Ia juga menyampaikan bahwa dampak yang akan terjadi mulai dari air mengalir kecil sampai mati total.
Kawasan terdampak seperti Banjarmasin Barat yakni Kuin Cerucuk, Pelambuan, Simpang Jagung, dan Banyiur
“Kalau di Banjarmasin Utara Wilayah Sungai Andai, Banjarmasin Timur yakni Banua Anyar, Banua Anyar Ujung, Kampung Melayu, Seberang Mesjid, Kampung Sasirangan, Sungai Baru,” bebernya.
Banjarmasin Selatan meliputi wilayah Gunung Meranti, Kuin Kacil, Antasan Bondan, berpotensi macet bahkan sampai tidak mengalir sama sekali.
Distribusi Tandon juga Disalurkan
Namun untuk mengatasi kekurangan debit itu lanjutnya pihaknya akan mendistribusikan tandon pelayanan.
“Saat ini sudah terpasang sekitar 27 tandon dan kita akan isikan dengan air menggunakan mobil tangki,” ujarnya.
Selain itu ia juga menerangkan bahwa pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan pihak eksternal yang bersedia mengantarkan air menggunakan mobil tangki, seperti Balakar dan Damkar.
Masyarakat di wilayah ujung pelayanan yang terdampak juga dapat mengambil air secara langsung di IPA 2 Jalan Pramuka dengan membawa tandon sendiri.
“Kita juga akan melakukan rekayasa distribusi air bersih, khususnya di wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan,” kata dia.
PT AM Bandarmasih akan mengoptimalkan distribusi air mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WITA. Masyarakat yang mendapatkan aliran air pada jam tersebut diharapkan menampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, PT AM Bandarmasih terus mengajak instansi pemerintah, seperti Polsek dan Puskesmas di setiap kecamatan, untuk menyediakan titik pengambilan air bagi masyarakat.
“Kami akan mengisi tandon yang kami siapkan di titik-titik tersebut untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.
“Mudah-mudahan hujan segera turun agar debit air kembali normal,” harapnya.





