KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sedikitnya 64.491 UMKM di Kota Banjarmasin telah terdaftar melalui sistem OSS dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun dari jumlah tersebut, pembinaan yang dilakukan Pemkot Banjarmasin baru menjangkau sekitar 30–35 persen.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi, menjelaskan bahwa pembinaan tidak bisa sekaligus karena jumlah UMKM yang terdaftar sangat banyak.
“Pembinaan memang tidak secara keseluruhan karena jumlahnya sangat banyak sekali. Kita bertahap,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Pemkot Banjarmasin mulai memperkuat pola pembinaan melalui kemitraan dengan mempertemukan pelaku UMKM dan pengusaha berskala lebih besar. Untuk membuka peluang kolaborasi dan memperluas akses pasar.
“Harapannya dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan, kita bisa memfasilitasi mereka. Termasuk mempertemukan pengusaha dengan UMKM supaya bisa terbangun kolaborasi,” katanya.
Salah satu program pembiayaan UMKM yang pemko siapkan adalah UMARA. Namun pemanfaatannya masih terbatas, hanya tiga usaha yang lolos dari pengajuan awal, sementara 21 pengajuan baru masih dalam proses. Machli menyebut banyak pelaku UMKM sudah terikat KUR perbankan sehingga menjadi kendala tersendiri.
Ke depan, Pemkot mendorong pembinaan UMKM tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga penguatan pemasaran digital, akses permodalan, dan kemitraan dengan pelaku usaha yang lebih besar.





