KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin turun tangan menelusuri dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum guru terhadap siswa SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin. Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, memanggil secara resmi kepala sekolah dan oknum guru Senin (10/8/2026).
Dari pemeriksaan awal, muncul keterangan berbeda mengenai dugaan kejadian tersebut. Berdasarkan penjelasan sementara dari kepala sekolah dan guru yang bersangkutan, tindakan tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan.
“Dari hasil sementara yang kami dapat, kejadian yang diduga pelecehan tersebut adalah unsur ketidaksengajaan oleh pendidik,” ujar Ryan.
Namun dinas belum berhenti pada keterangan tersebut. Ryan menegaskan pihaknya akan menggali informasi langsung dari orang tua dan siswa yang menjadi korban pelecehan seksual untuk memastikan duduk perkara secara utuh. Termasuk mengetahui apakah dugaan serupa pernah terjadi sebelumnya.
Dinas Pendidikan Banjarmasin akan berkoordinasi dengan DP3A Kota Banjarmasin melalui UPTD PPA untuk memperkuat penanganan. Serta menyiapkan pendampingan tenaga profesional, termasuk psikolog dan tenaga ahli bidang hukum yang tergabung dalam tim perlindungan anak.
“Mudah-mudahan nanti bisa didampingi oleh beberapa tenaga ahli, baik psikolog maupun tenaga ahli bidang hukum,” jelas Ryan.
Dinas Pendidikan Banjarmasin memastikan masih melakukan penelusuran dan belum menarik kesimpulan akhir. Pemanggilan ulang terhadap kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa akan segera dilakukan untuk memperdalam keterangan.





