KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Petugas Brigadir Pengendali Kebakaran Hutan dan Lahran (Birgdal Karhutla) Dinas Kehutanan Kalsel meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang rawan. Untuk mencegah karhutla dalam kawasan hutan.
Pemantauan secara intensif dan berkesinambungan, mulai siang, sore hingga malam hari. Patroli oleh Brigdal Karhutla Dinas Kehutanan Kalsel sebagai langkah mitigasi sekaligus deteksi dini terhadap potensi munculnya titik api.
Selain melakukan penyisiran melalui jalur darat, Dinas Kehutanan Kalsel juga mendirikan posko lapangan di kawasan Hutan Lindung Lianganggang. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat kendali, pemantauan serta koordinasi taktis dalam mengantisipasi potensi karhutla di wilayah sekitar.
Dalam patroli, personel menyisir sejumlah rute, mulai dari perbatasan TH2TI, kawasan Forest City perkantoran, hingga persemaian permanen. Pemantauan juga di Jalan Banua Praja Barat atau kawasan Gerbang Palam serta Jalan Mitra Praja di sekitar persemaian.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi vegetasi di sejumlah jalur tersebut masih relatif aman. Semak belukar dan ilalang terpantau masih hijau sehingga belum menunjukkan indikasi ancaman kebakaran.
Meski demikian, kewaspadaan pada sejumlah lokasi yang mulai mengalami pengeringan vegetasi, meningkat.
Kondisi tersebut dalam penyisiran di jalan ke arah Sungai Tiung, Jalan Banua Praja Utara serta Bina Praja Selatan yang berada di kawasan lapangan tembak dan berbatasan dengan Kebun Raya Banua.
Di kawasan tersebut, sebagian vegetasi semak dan pepohonan akasia mulai mengering sehingga menjadi perhatian personel dalam pelaksanaan patroli.
Sementara itu, pemantauan di sektor tanaman industri yang meliputi Area Sengon, Area Jabon, hingga Area Kemiri menunjukkan kondisi yang relatif kondusif. Mendominasi vegetasi semak belukar dan pepohonan karet di kawasan tersebut masih kondisi hijau.
Bridal Karhutla Terus Siaga
Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Rudinono Herlambang, mengatakan keberadaan posko dan patroli berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan rawan tetap terkendali.
“Pendirian posko serta penyisiran tanpa henti merupakan kunci utama dalam menjaga area rawan tetap terkendali,” katanya.
“Kehadiran posko lapangan di Hutan Lindung Lianganggang dan pelaksanaan patroli secara berkesinambungan menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan potensi karhutla sedini mungkin,” sambung Rudi.
Secara keseluruhan, hasil pemantauan marathon sejak siang hingga malam hari menunjukkan dalam kondisi aman. Tidak ada titik api atau zero hotspot di sepanjang jalur.
“Kami memastikan personel Brigdal Karhutla akan terus disiagakan, baik di posko maupun di lapangan,” tandas Rudi mewakili Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra.





