KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Memasuki puncak musim kemarau 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel mengklaim cadangan pangan daerah dalam kondisi aman.
Bahkan, produksi padi tahun ini meningkat dari tahun pada periode sama di tahun sebelumnya.
Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok pangan. Cadangan beras, jagung, dan komoditas pangan lainnya masih mencukupi.
“Baik yang tersimpan di Bulog, lumbung pangan masyarakat, maupun gudang-gudang pangan di berbagai kabupaten di Banua,” papar Kepala Dinas DPKP Kalsel, Syamsir Rahman di Banjarbaru, Selasa (5/8).
Musim kemarau kali ini tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas pertanian, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai.
Saat ini, petani di 10 kecamatan di Hulu Sungai Utara, tengah memasuki musim tanam padi di lahan rawa lebak.
Menurutnya, telah menanami padi sekitar 10 ribu hektare sawah. Dari potensi lahan rawa lebak seluas sekitar 15 ribu hektare di Kabupaten HSU.
Di sisi lain, sejumlah daerah sentra produksi padi di Kalsel juga masih memasuki masa panen. Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan produksi padi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, produksi padi hingga awal Agustus 2026 meningkat sekitar 15 persen dari periode yang sama pada 2025.
Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian, DPKP Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, di antaranya melalui program pompanisasi, pembangunan sumur pantek, dan penyediaan sumur bor bagi lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.
Syamsir mengakui tanaman jagung menjadi komoditas yang paling terdampak pada musim kemarau karena tidak dapat ditanam secara optimal.
“Sebagai alternatif, kami mendorong petani memanfaatkan lahan dengan menanam sorgum sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutup Syamsir.





