Belut Rawa Kalsel Tembus Tiongkok, Ekspor 1,4 Juta Ekor Senilai Rp10,14 Miliar dalam 7 Bulan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Belut yang selama ini identik dengan hasil tangkapan di rawa-rawa Kalimantan Selatan kini menjadi komoditas ekspor. Sepanjang 2026, ekspor belut hidup asal Kalsel ke Tiongkok menembus Rp10,14 miliar. Dengan 72 kali pengiriman, total volume 1,4 juta ekor atau sekitar 205,6 ton.

Angka ini melonjak drastis dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencatat 17 kali pengiriman dengan nilai ekspor Rp1,92 miliar. Lonjakan ini tidak lepas dari hadirnya jalur penerbangan kargo langsung Banjarmasin–Tiongkok yang memangkas waktu pengiriman.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalsel, Erwin A M Dabukke, menjelaskan bahwa rantai logistik yang pendek menjaga kualitas belut selama pengiriman.

“Kualitas belut lebih terjaga karena waktu tempuh lebih singkat,” ujarnya.

Plt Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Sugeng Sudiarto, menegaskan bahwa setiap ekspor belut hidup harus melewati pemeriksaan. Serta bebas hama dan penyakit ikan. Barantin juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mulai dari pengurusan dokumen ekspor hingga penerbitan sertifikat kesehatan.

Kalimantan Selatan memiliki keunggulan sebagai sentra penghasil belut alam terbesar di Indonesia berkat hamparan rawa dan lahan basah yang luas.

“Kalau mutu terjaga, daya saing belut Kalsel di pasar global akan semakin kuat,” pungkas Erwin.

Visited 1 times, 1 visit(s) today