KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Upaya menekan angka stunting di Kota Banjarbaru melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarbaru dan InJourney Airports Bandara Internasional Syamsudin Noor. Selain mendukung penanganan stunting, kerja sama tersebut juga menyasar peningkatan pendidikan, pelestarian lingkungan, serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Komitmen tersebut melalui penyaluran bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp319.625.000 di Puskesmas Landasan Ulin Timur, Selasa (14/7/2026).
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengatakan bantuan tersebut menjadi bukti nyata. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, penanganan stunting menjadi salah satu investasi penting bagi masa depan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi penerus.
“Adanya bantuan TJSL dari InJourney Airports Syamsudin Noor ini sangat luar biasa dan bermanfaat. Dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan mutu pendidikan, menjaga kelestarian lingkungan, hingga menghadirkan hunian yang layak. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Banjarbaru,” katanya.
Wali Kota juga mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan secara optimal. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperhatikan tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi yang cukup, rutin mengikuti pelayanan Posyandu, dan memastikan anak memperoleh pendidikan yang baik.
Khusus bagi penerima bantuan RTLH, ia berharap program tersebut mampu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga.
Pemko Banjarbaru juga berharap program TJSL InJourney Airports dapat terus berlanjut sehingga masyarakat di kecamatan lalinnya dapat merasakan manfaatnya. Menurut Lisa, semakin luas jangkauan program sosial tersebut, semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Banjarbaru.





