KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berharap alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat pada 2027 meningkat dan menjangkau lebih banyak program pembangunan di seluruh SKPD. Harapan ini disampaikan Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, Sabtu (20/6/2026).
Edy menjelaskan bahwa Dana Alokasi Khusus terbagi menjadi dua jenis, yakni fisik dan nonfisik. DAK di bawah Rp1 miliar pencairannya sekaligus, sementara di atas Rp1 miliar cair secara bertahap sesuai progres dan kelengkapan administrasi. Pencairan tahap berikutnya hanya apabila progres pekerjaan fisik mencapai minimal 50 persen.
“Untuk tahun ini tahap pertama pencairan pada 22 Juli 2026,” ujarnya.
Pada 2026, alokasi DAK fisik yang Pemkot Banjarmasin terima relatif terbatas akibat penyesuaian kebijakan pemerintah pusat.
“Untuk Dinas PUPR hanya mendapatkan DAK di bidang infrastruktur sanitasi senilai sekitar Rp2,3 miliar,” jelasnya. Sektor kesehatan dan pendidikan sebagian besar sudah langsung oleh kementerian.
Penerima DAK 2026 mencakup sektor kesehatan untuk rumah sakit dan puskesmas, sektor pendidikan untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah, serta sektor infrastruktur untuk pembangunan jalan, jembatan, dan sanitasi.
“Kami berharap pada 2027 alokasi DAK Kota Banjarmasin bisa lebih besar dan menjangkau lebih banyak program pembangunan di seluruh SKPD. Semakin besar DAK, semakin banyak program yang bisa bisa berjalan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.





