KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Lebih 150 atlet disabilitas intelektual dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan bersaing dalam Pekan Special Olympics Daerah (Pesoda) Kalsel 2026.
Ajang ini menjadi pintu seleksi untuk mendapatkan tiket memperkuat Banua pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, membuka Pesoda 2026 di Aula Sekretariat SOIna Kalsel.
Dalam pelaksanaan tahun ini, lebih dari 150 atlet dari 12 kabupaten/kota ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Selain menjadi ajang kompetisi, Pesoda juga menjadi bagian dari pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial SOIna Kalsel.
Pebriadin Hapiz mengatakan, Pemprov Kalsel terus mendukung pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual sebagai bentuk komitmen menciptakan olahraga yang inklusif.
“Para atlet memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengukir prestasi tanpa melihat kondisi fisik maupun intelektual,” katanya.
Keberadaan Pesoda menjadi wadah penting agar atlet dapat terus meningkatkan kemampuan. Semua memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
“Kami ingin memberikan ruang bagi seluruh atlet,” imbuhnya.
Selain memburu prestasi, para peserta juga berkesempatan masuk dalam tim SOIna Kalsel yang akan dipersiapkan menghadapi Pesonas 2026.
Atlet terbaik dari ajang ini akan menjalani pembinaan lanjutan sebelum bertanding di tingkat nasional.
Atlet SOIna Kalsel sebelumnya telah mencatat berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Hal tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di Banua.
Dia berharap Pesoda tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri para peserta.
“Antusiasme mereka luar biasa. Kegiatan seperti ini memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para atlet untuk terus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tutup Hapiz.





