Turunkan Delapan Atlet Sekaligus, Kalsel Raih Sembilan Medali Kejurnas Akuatik Loncat Indah 2026

oleh
Spread the love


KALSELMAJU.COM, JAKARTA – Kontingen loncat indah Kalimantan Selatan menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Loncat Indah 2026. Yang berlangsung di Stadion Akuatik Senayan, Jakarta, belum lama tadi. 

Pada ajang nasional tersebut, tim Kalsel berhasil membawa pulang total sembilan medali. Terdiri dari satu emas, lima perak, dan tiga perunggu.

Pelatih loncat indah Kalsel, Eka Purnama Indah, mengatakan Kalsel memberangkatkan delapan atlet yang berasal dari tim Wasaka dan Spobda.

“Empat atlet Wasaka turun di kategori usia 16-18 tahun sebanyak satu orang dan kategori open sebanyak tiga orang. Sementara empat atlet Spobda tampil di kategori junior usia 14-15 tahun satu orang dan kategori usia 12-13 tahun sebanyak tiga orang,” ujarnya.

Menurut Eka, peningkatan performa atlet, khususnya dari tim Spobda, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hal itu terlihat dari peningkatan faktor kesulitan saat bertanding meskipun para atlet baru naik level usia dan harus beradaptasi dengan lawan-lawan baru.

“Performa dan faktor kesulitan atlet Spobda meningkat cukup tajam. Mereka baru naik kategori usia sehingga harus menyesuaikan diri dengan persaingan yang lebih berat,” katanya.

Dari kelompok Spobda, Ahmad Farih Ramadhani berhasil mempersembahkan satu medali emas pada nomor Menara KUC Putra. Sementara Mirza Syawali Rizky menyumbang satu medali perak di nomor 3 Meter KUC Putra.

Atlet lainnya, Nizam Ahmad, tampil konsisten dengan meraih dua medali perak masing-masing pada nomor 3 Meter KUB Putra dan 1 Meter KUB Putra, serta satu medali perunggu di nomor Menara KUB Putra. Sedangkan Okira Nayaka Lee menyumbangkan satu medali perunggu pada nomor 1 Meter KUC Putri.

Satu Medali Kejurnas Akuatik pada Kategori Usia

Pada kategori usia 16-18 tahun, Muhammad Ilham turut menyumbang satu medali perak di nomor 3 Meter KUA Putra.

Eka menjelaskan, performa tim Wasaka di kategori open mengalami sedikit penurunan akibat terbatasnya waktu latihan teknik di air. Kondisi tersebut dipengaruhi renovasi kolam renang yang membuat latihan sempat terhenti cukup lama.

“Untuk kategori open, secara kualitas memang ada penurunan karena latihan teknik di air sempat terhambat akibat renovasi kolam. Namun kami tetap bisa memaksimalkan peluang medali di nomor sinkro mixed meskipun persiapan minim,” jelasnya.

Hasil tersebut dibuktikan lewat raihan medali perak pada nomor Menara Synchro Mixed melalui pasangan Akbar Tawakal Sayyidina Lee dan Siti Kinasih.

Selain itu, Siti Kinasih juga berhasil meraih medali perunggu di nomor Menara Terbuka Putri.

Eka berharap capaian di Kejurnas 2026 dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas dan kesiapan menghadapi ajang-ajang berikutnya, termasuk persiapan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Visited 1 times, 1 visit(s) today