Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur 106 orang, Chat Terakhir Adelia Penumpang Kereta : ‘Yah, Jemput. Adel Udah di Kranji’

oleh
Petugas saat melakukan evakuasi dan penanganan pasca kecelakaan KA di Stasiun Bekasi TImur. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, JAKARTA – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April lalu, menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa total korban mencapai 106 orang. Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka. Beberapa jam setelahnya korban meninggal menjadi 16 orang. 90 luka-luka.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi satu korban jiwa yang sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi ialah perempuan berinisial MC.

“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Rabu, 29 April 2026.

Dari total 90 korban luka-luka, polisi memerinci 44 orang telah boleh pulang dari rumah sakit, dan 46 orang lainnya masih membutuhkan perawatan intensif. Selain pendampingan medis, Polda Metro Jaya menerjunkan tim psikologis untuk memberikan trauma healing kepada keluarga korban terdampak.

Pada sisi lain, Adelia Rifani (26) menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Pesan singkat Adelia ke sang ayah menjadi kabar terakhir yang diterima keluarga.
Pesan itu berisi permintaan Adelia untuk dijemput di Stasiun Cibitung, tempat biasanya Adelia turun. Sang ayah, Haerusli, telah tiba di lokasi namun 30 menit menunggu, Adelia tidak kunjung datang.
“Dia bilang ‘Yah, jemput. Adel udah di Kranji’. Nah, biasa kan saya ke Cibitung, Kranji ke Cibitung tuh hampir bersamaan motor sama kereta. Paling lama beda 5 menit,” kata Haerusli, melansir dari detik.com.

Seingat Rusli, chat terakhir Adel menunjukan pukul 20.27 WIB. Ternyata itu jadi chat terakhir Adel kepadanya. Rusli yang mulai panik bergegas mencari informasi ke petugas di peron stasiun. Tapi dia hanya mendapat jawaban ‘gangguan’ bukan kecelakaan.

Kecelakaan KA di Stadion Bekasi Dipicu Taksi Listrik Alami Gangun Mesin


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan maut ini pemicunya di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik mengalami gangguan mesin dan terhenti tepat di tengah rel, yang menghambat laju KRL hingga terhenti di jalur tersebut.

Dalam waktu yang tidak lama, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi yang melaju di jalur sama menghantam rangkaian KRL dari belakang. Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong kereta dan memicu jatuhnya banyak korban.

Polda Metro Jaya tengah melakukan penyidikan mendalam untuk menentukan tersangka dalam insiden ini. Fokus penyelidikan mengarah pada dugaan kelalaian manusia dan potensi gangguan pada sistem komunikasi operasional kereta api.

Penyidik dijadwalkan melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir taksi online yang terjebak di rel serta masinis dari kedua rangkaian kereta api tersebut.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” kata Budi.

Budi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga empati dengan tidak menyebarluaskan dokumentasi visual para korban di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” ujar dia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today