BANJARBARU – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi momentum refleksi atas perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia. Serta menjadi penegasan bahwa perempuan bisa dan mampu berada di panggung yang sama dengan pria.
Hj. Erna Lisa Halaby, misalnya. Menjadi satu-satunya atau the one and only kepala daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dari 13 kabupaten/kota se Kalsel, hanya Lisa Halaby yang menjadi kepala daerah.
Ia menjadi simbol politik kartini. Bahwa perempuan juga setara dan bisa menjalankan amanah serta memimpin selayaknya pria. Kehadiran Lisa sebagai pemimpin perempuan juga membawa dampak sosial, khususnya dalam membangun kepercayaan diri generasi muda perempuan.
Sosok pemimpin perempuan yang aktif mengambil keputusan dan memimpin pembangunan menjadi inspirasi bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Ia menunjukkan semangat warisan Raden Ajang Kartini tak hanya ada dalam sejarah. Tetapi tercermin dalam kiprah perempuan di ruang-ruang pengambilan keputusan.
Kini, fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelayanan publik yang cepat dan tanggap, serta birokrasi yang lebih humanis.
Berbagai kebijakan teruuji langsung di lapangan guna memastikan manfaatnya menjadi harapan masyarakat hingga ke lapisan terbawah. Bukan sekadar serimoni tahunan, momentum Hari Kartini pun dimaknai sebagai pengingat untuk terus membuka ruang partisipasi perempuan dalam berbagai bidang.
Perjuangan emansipasi kini hadir dalam bentuk kebijakan yang adil, pelayanan publik yang setara, serta kesempatan yang semakin luas bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin.
“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat di Indonesia dan Banjarbaru,” kata Lisa Halaby.
“Untuk setiap perempuan yang berani bermimpi, bertindak dan membawa perubahan, sejarah sedang ditulis oleh tangan-tangan kalian. Teruslah bercahaya dan membawa perubahan,” tansasnya.





