KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong penguatan sektor jasa konstruksi. Sebagai fondasi pembangunan infrastruktur daerah. Melalui pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) Jasa Konstruksi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor PUPR Kalsel, Banjarbaru.
Bertema “Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kompetensi SDM Konstruksi untuk Mewujudkan Infrastruktur Daerah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing di Provinsi Kalimantan Selatan”. Rakor ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan serta langkah pembangunan infrastruktur di tingkat daerah.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, menyebut rakor itu memiliki peran penting. Dalam memperkuat penyelenggaraan sub-urusan jasa konstruksi yang difasilitasi pemerintah daerah melalui Bidang Bina Konstruksi.
“Rakor ini tidak hanya sekadar agenda koordinasi rutin. Tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas tata kelola sektor konstruksi di Kalsel,” jelas Yasin.
Yasin bilang, terdapat dua aspek utama yang menjadi fokus. Dalam mewujudkan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing, yakni penguatan kelembagaan serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) konstruksi.
Penguatan kelembagaan menjadi penting untuk memastikan sistem penyelenggaraan jasa konstruksi berjalan secara profesional, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Selain itu, peningkatan kompetensi SDM konstruksi juga menjadi perhatian utama seiring semakin kompleksnya kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Upaya tersebut melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, serta pembinaan berkelanjutan agar tenaga kerja konstruksi di Kalimantan Selatan memiliki kemampuan yang kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Pembangunan infrastruktur berkelanjutan tidak hanya terlihat dari hasil fisik semata. Tetapi juga dari kualitas proses pelaksanaan yang memperhatikan efisiensi, keselamatan kerja dan aspek lingkungan,” katanya.





