Peluang Ekspor Non-Tambang Kalsel Meningkat, Perikanan Segar Jadi Andalan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Peluang ekspor komoditas non-tambang dari Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif. Dinas Perdagangan Kalsel pun mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang pasar internasional. Khususnya pada komoditas perikanan segar yang memiliki permintaan tinggi di negara tetangga.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan selain sektor tambang. Pemerintah daerah juga terus mendorong berbagai komoditas unggulan lainnya agar mampu menembus pasar ekspor.

“Kita di Kalsel memiliki beberapa komoditas ekspor selain sektor tambang. Totalnya sekitar tujuh komoditas, termasuk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan UMKM,” ujarnya.

Salah satu sektor yang kini memiliki potensi besar adalah produk perikanan segar seperti ikan, udang, kepiting, dan cumi-cumi. Komoditas tersebut mulai merambah pasar luar negeri, terutama ke Malaysia.

Menurut Bagiawan, adanya penerbangan langsung menuju Kuala Lumpur membuka peluang yang lebih besar bagi ekspor produk perikanan segar dari Kalsel.

Akses transportasi udara yang lebih cepat sangat menguntungkan bagi produk segar karena kualitasnya dapat tetap terjaga hingga tiba di negara tujuan.

Selain itu, perbedaan harga antara pasar lokal dan pasar luar negeri juga menjadi peluang ekonomi yang cukup menjanjikan bagi pelaku usaha di daerah.

“Contohnya belut, di sini harganya sekitar Rp50 ribu per kilogram, sementara di Malaysia bisa mencapai sekitar 50 ringgit per kilogram,” jelasnya.

Jika dikonversikan ke rupiah, nilai tersebut bisa mencapai sekitar empat kali lipat dari harga di pasar lokal.

Bagiawan menambahkan aktivitas ekspor komoditas perikanan dari Kalsel saat ini mulai berjalan secara mandiri. Karena pelaku usaha yang sudah melihat potensi keuntungan dari perdagangan lintas negara.

“Kami dari Disdag membantu dari sisi administrasi seperti penerbitan dokumen ekspor, sementara pelaku usaha melihat peluang pasar dan menjalankan usahanya,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today