KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Bangunan utama Tugu Nol Kilometer Banjarmasin sudah rampung pengerjaannya pada 2024 lalu.
Namun masih belum terbuka untuk umum. Penyebabnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan sedang merampungkan pengerjaan landscape dan lighting.
Sejatinya kawasan tugu nol ini sudah bisa dimanfaatkan. Namun kini masih proses finishing dan landskap terlebih dahulu.
Setelah semua rampung , asetnya akan diserahkan ke Biro Umum Setdaprov Kalimantan Selatan.
Sementera itu, terkait kontruksi bangunan menara tugu, desain puncaknya memang dibuat terbuka. Alasannya karena perhitungan teknis dengan mempertimbangkan beban angin.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha mengatakan, puncak tugu itu sudah sesuai dengan desain.
“Memang seperti itu. Alasannya, perhitungan beban angin. Kalau tertutup nanti malah tidak kuat. Ada perhitungan teknisnya,” ujar Ryan, Kamis (31/7).
“Nanti akan dipercantik lagi. Termasuk pucuknya itu akan berhias lampu. Jadi menyala dan nampak indah saat malam,” tambahnya.

Pembangunan tugu tersebut menelan anggaran Rp124 miliar bersumber dari APBD Pemprov Kalimantan Selatan. Adapun untuk pekerjaan lanjutan sarana dan prasarana (sarpas) Pemprov kembali menganggarkan sebesar Rp18 miliar.
Bangunan ini memiliki tinggi 99 meter dengan lima lantai. Pemanfaatan tugu nol kilometer ini tidak hanya sebagai wisata menara pandang. Namun, ada manfaat lain. Yakni promosi daerah.
Sebab pada bangunan ini, ada outlet bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ada pelibatan dari dinas-dinas lain juga, seperti dinas pariwisata, perindustrian, perdagangan. Termasuk koperasi.
“Karenanya perlu koordinasi lagi untuk mengisi outlet mereka sesuai style interior masing-masing,” jelas Ryan.
Ketika sarana dan prasarana tersebut tuntas, termasuk pengisian outlet sudah rampung, Ryan memastikan akan ada peresmian sehingga bisa terbuka untuk umum.





