KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Stadion 17 Mei Banjarmasin akan menjadi markas Barito Putera. Tampil pada Liga 2 sepakbola Indonesia. Lampu atau penerangan stadion jadi syarat mutlak. Hingga saat ini penyediaan lampu masih menjadi kendala.
Stadion 17 Mei dapat menggelar laga di malam hari syaratnya ada penerangan. Termasuk untuk mendukung operasional Video Assistant Referee (VAR) dalam kompetisi Liga 2. Lantas bagaimana rencana pengadaan atau penyediaan lampu stadion. Apakah sudah aman atau tidak.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman sekaligus CEO Barito Putera menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. “Mudah-mudahan dan insyaallah nanti ada solusinya,” ujar Hasnur, saat muncul pertanyaan kepadanya terkait lampu stadion.
Menurut Hasnur, meskipun perbaikan masih berlangsung sejak 2019, stadion tersebut tetap menjadi aset penting. “Mudah-mudahan nantinya penggunaannya dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pecinta olahraga,” ujarnya, berbicara tentang stadion 17 Mei.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyebut soal pemasangan lampu Stadion 17 Mei Banjarmasin sudah masuk tahap pembahasan. “Sudah tahap pembahasan perencanaan dengan BPKAD Kalsel,” kata Tantri, baru-baru tadi.
Terpisah, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel, Fatkhan, juga membenarkan anggaran stadion telah masuk pembahasan pihaknya. Kendati demikian, ia tak merinci anggaran akan masuk pada APBD Perubahan 2025 atau APBD Murni 2026.
Lampu Stadion 17 Mei Permintaan PT LIB
Sebelumnya Manajer Barito Putera, Ikhsan Kamil, berharap komitmen pemasangan lampu stadion tidak hanya berhenti di wacana. “Kami sangat berharap rencana ini bisa terealisasi agar Barito Putera kembali bisa berlaga di Stadion 17 Mei dalam helatan Liga 2,” ujarnya sembari menegaskan pentingnya stadion 17 Mei untuk klub.
Dinas PUPR Kalimantan Selatan juga telah melakukan pemantauan Stadion, Kamis (17/7/2025) pagi.
Pemantauan ini menyusul adanya permintaan salah satu penilaian PT LIB terkait ketersediaan lampu stadion untuk penggunaan VAR.
Ikhsan Kamil mengatakan bahwa pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari hasil risk assessment sebelumnya. Ia juga menyebut adanya permintaan khusus dari pihak Liga terkait kebutuhan pencahayaan untuk penggunaan VAR.
“Jadi ini adalah pemantauan kelanjutan dari hasil risk assessment kemarin dan kita mendapat telepon dari orang Liga kalau memang memerlukan lampu untuk pendukung cahaya dalam penggunaan VAR,” ujarnya.





