KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Lonjakan harga gas elpiji 3 kilogram (gas melon) di Kota Banjarmasin memicu keluhan warga. Menyikapi hal ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin langsung melakukan pemantauan ke lapangan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan pihaknya telah meninjau delapan pangkalan di sejumlah wilayah yang terdampak.
“Beberapa pangkalan menyampaikan ada keterlambatan pengantaran dari Pertamina,” ujar Tezar, sapaan akrabnya, Rabu (2/7/2025).
Dari hasil monitoring, petugas mendapati bahwa pangkalan hanya menjual gas melon kepada warga di kelurahan tempat pangkalan itu berada, sesuai ketentuan distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli langsung ke pangkalan agar bisa mendapat harga sesuai HET,” tegas Tezar.
Sebagai langkah konkret, Dinas akan menggelar pasar murah gas melon di seluruh kelurahan hingga akhir Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan membantu menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan warga.
“Kami sedang menyusun jadwal pelaksanaannya. Bisa digabung dengan pasar murah reguler, atau khusus penjualan gas subsidi,” jelasnya.
Tezar menyebut, koordinasi dengan Pertamina sudah berjalan dan pihaknya tengah menunggu tanggapan terkait pelaksanaan teknis.
“Insya Allah segera kami laksanakan. Ini upaya pemerintah agar masyarakat tidak terus menjerit karena lonjakan harga gas melon,” pungkasnya.





