KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (DKUKMTK) memperkenalkan inovasi terbaru bertajuk “Gasken” (Gerakan Akselerasi Kreativitas dan Sertifikasi Tenaga Kerja). Program ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Tujuannya agar mereka siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Inovasi ini menyasar berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah. Dari tingginya angka pengangguran, minimnya kewirausahaan baru, hingga rendahnya kompetensi tenaga kerja.
“Lapangan kerja yang tersedia tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, banyak SDM kita tidak memiliki keahlian yang sesuai dengan pasar kerja,” ungkap Kepala DKUKMTK Balangan, Abdurrahman Arrahimi, Selasa (24/6/2025).
Abdurrahman menyoroti beberapa persoalan klasik ketenagakerjaan di Balangan. Antaralain, minimnya motivasi dan jiwa kewirausahaan. Selain itu, mayoritas angkatan kerja hanya lulusan sekolah dasar. Juga, sarana pelatihan belum mengikuti perkembangan teknologi, serta rendahnya perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Ia berharap “Gasken” dapat menjadi solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut dan mencetak tenaga kerja berkompeten, mandiri, serta siap bersaing.
Abdul Hadi, sebagai inovator program, menjelaskan bahwa program Gasken dapat diikuti secara gratis oleh warga Balangan hanya dengan menunjukkan KTP.
Program ini mencakup pelatihan berbasis kompetensi, Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Format online dan tatap muka, pendampingan kewirausahaan
“Gasken adalah peluang untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan industri kreatif lokal,” jelas Abdul.
Ia menambahkan bahwa efektivitas program akan berjalan dengan dukungan manajemen yang kuat. Serta dengan regulasi yang jelas, serta perlindungan hukum bagi peserta pelatihan dan magang kerja.
Inovasi ini targetnya dapat menjadi wadah strategis untuk mendorong industri kreatif. Dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas lapangan kerja berkualitas, mendorong pertumbuhan kewirausahaan, serta dapat memenuhi kebutuhan tenaga industri.





