Kejar Target Investasi Rp30 Triliun, Pemprov Kalsel Andalkan Digitalisasi dan Geopark Meratus

oleh
oleh
meratus
Pemandangan Bukit Langara - Targetkan investasi besar, Pemprov Kalsel Andalkan Digitalisasi dan Geopark Meratus. (Foto: MC Kalsel)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Di tengah dorongan efisiensi dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menghadapi tantangan besar. Tantangan ini adalah merealisasikan target investasi tahun 2025 sebesar Rp30 triliun. Fokus utama termasuk promosi investasi di area Meratus yang menjadi daya tarik baru. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp19 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mengungkapkan bahwa peningkatan target ini merupakan loncatan yang cukup tinggi. Ini dibanding tren kenaikan sebelumnya di sektor pariwisata Meratus.

“Biasanya kenaikan target hanya sekitar Rp4 triliun, tapi tahun ini melonjak Rp5-6 triliun dari tahun 2022,” jelas Endri, Jumat (13/6).

Hingga triwulan pertama 2025, realisasi investasi di Kalsel baru mencapai Rp7 triliun. Meski masih jauh dari target, promosi area Meratus sebagai UNESCO Global Geopark membuat Endri tetap optimistis. Harapannya, target akhir tahun bisa tercapai.

“Berbagai terobosan kami lakukan, terutama memperkuat promosi investasi berbasis digital,” ujarnya.

Salah satu strategi utama adalah pengembangan aplikasi mobile yang akan memudahkan investor mengakses peluang investasi di Kalimantan Selatan. Kawasan Meratus juga termasuk. Upaya ini harapannya menarik lebih banyak investor domestik dan internasional.

Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung investasi di Kalsel. Namun, sektor lain seperti pariwisata, perikanan, pertanian, dan perkebunan di sekitar Meratus mulai menunjukkan tren pertumbuhan.

Optimisme Pemprov Kalsel semakin meningkat setelah Geopark Meratus resmi sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada April 2025. Endri menyebut status ini sebagai peluang besar dalam mengerek citra investasi Banua.

Selain itu, kembalinya status Bandara Internasional Syamsuddin Noor juga dipandang strategis untuk mempermudah akses investor dari luar negeri.

“Dengan kombinasi sumber daya alam yang kuat dan pembenahan infrastruktur digital serta pariwisata, terutama di area Meratus, kami yakin target Rp30 triliun bisa tercapai,” pungkas Endri.

Visited 1 times, 1 visit(s) today