KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Perayaan kelulusan SMKN 1 Tapin Selatan menyuguhkan hiburan music desk jokey (DJ). Sontak hal tersebut menjadi viral. Utamanya di media sosial. Apalagi dalam hiburan tersebut juga ada saweran layaknya pesta.
Secara tegas Penjabat (Pj) Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, memastikan akan memanggil kepala sekolah bersangkutan. Menurutnya saat ini belum bisa mengambil tindakan. Sebabnya belum mengetahui secara pasti kejadian tersebut.
“Belum bisa ambil tindakan, karena belum tau kronologisnya, tempatnya di mana, dan siapa DJnya,” kata pria yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel itu.
Menurut Syarifuddin, perlu diketahui duduk perkaranya. Jika ada yang tidak baik seperti apa tidak baiknya. “Yang pasti pihak sekolah akan dipanggil untuk tindak lanjuti. Kita akan berikan semacam sanksi. Bisa sanksi teguran, tertulis, atau yang paling berat penurunan tugas kepala sekolah,” bebernya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tapin, Edi Suhariyono, menegaskan bahwa pihak sekolah siap bertanggung jawab jika terdapat hal-hal dalam acara tersebut yang dianggap melanggar norma maupun aturan.
“Kalau memang ada yang melanggar hukum atau norma masyarakat, kami tidak lari dari tanggung jawab,” ujar Edi lewat siaran pers, Selasa (26/5/2025).
Edi menjelaskan, dua hal yang menjadi sorotan adalah hiburan DJ dan aksi saweran yang terekam dalam video. Ia menyebut musik dalam acara tersebut masih dalam batas wajar. Bahkan, EDM (Electronic Dance Music) menurutnya sudah menjadi bagian dari perkembangan selera seni generasi muda. “Soal DJ, itu sudah berkembang luas. Hanya saja, untuk saweran, kami akui itu di luar kendali. Para siswa larut dalam suasana. Kalau itu keliru, kami mohon maaf. Kami akan evaluasi,” ucapnya.





