KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kota Banjarbaru berlangsung di Lapangan dr Murdjani, Kamis (29/10/2026). Santri di Kota Idaman didorong terus meningkatkan kapasitas diri dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Hal ini penting untuk mempersiapkan generasi santri yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, menyampaikan hal ini saat mewakili Wali Kota Banjarbaru. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, serta para santri dari berbagai wilayah di Banjarbaru, mengikuti kegiatan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Amanat Menteri Agama juga mengajak seluruh peserta mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Semangat perjuangan tersebut harapannya terus hidup dalam bentuk pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini tantangannya adalah mengisi kemerdekaan dengan berbagai prestasi dan inovasi.
Menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045, santri harapannya tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman. Penguasaan teknologi, peningkatan pengetahuan, serta kemampuan berinovasi menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan global.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan keteguhan nilai keislaman serta integritas moral. Dengan perpaduan tersebut, harapannya mampu menjadi generasi yang berdaya saing sekaligus tetap menjunjung tinggi akhlak dan nilai-nilai kebangsaan.
Penguatan Kelembagaan
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan pesantren turut menjadi perhatian dalam amanat tersebut.
Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama RI sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional.
Melalui penguatan tersebut, harapannya pesantren semakin optimal menjalankan tiga fungsi utama. Yakni sebagai lembaga pendidikan, pusat dakwah, serta penggerak pemberdayaan masyarakat. Penutup rangkaian apel peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Banjarbaru 2026 doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan dan ulama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pekikan semangat seluruh peserta sebagai wujud tekad untuk terus mengabdi dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.





