KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Anugerah Kebudayaan Kalimantan Selatan Sasangga Haharum Banua Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya.
Vokalis Primitive Monkey, Richie Petroza, menjadi satu dari 15 penerima Anugerah Kebudayaan di Hotel Grand Maya, Minggu (26/10/2026) tersebut. Primitive Monkey menjadi penerima atas dedikasi membawakan lagu-lagu daerah dengan konsep musik modern Punk Rock. Salah satunya Cover lagu Ampar-ampar Pisang. Lagu berbahasa Banjar.
Richie Petroza menerima penghargaan kategori Pembaharu untuk keahlian Music Populer.
Usai menerima penghargaan, Richie, menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Ia mengaku bersyukur kebudayaan modern akhirnya dilirik dan dapat pengakuan.
“Selama ini penghargaan diberikan kepada tokoh atau pelaku kebudayaan tradisional. Sekarang kegiatan musik modern yang bersentuhan dengan kebudayaan seperti Band Primitive Monkey juga dapat apresiasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto, mengatakan Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari pembinaan dan pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan agar terus mengembangkan potensi serta memperkuat kontribusinya terhadap pemajuan kebudayaan.
“Melalui pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah, pemerintah tidak hanya memberikan piagam penghargaan, tetapi juga mendorong pengakuan terhadap kontribusi nyata para pelaku seni dan budaya dalam mendukung pemajuan kebudayaan,” kata Eddy.
Ia berharap pembinaan lembaga kebudayaan dan pengembangan manajemen talenta dapat memperkuat ekosistem kebudayaan di Kalimantan Selatan. Mulai dari tingkat akar rumput, secara inklusif dan berkelanjutan.
Bukan Sekadar Warisan Masa Lalu
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu. Melainkan identitas dan jati diri masyarakat yang turut membentuk karakter serta menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mencakup seni pertunjukan, sastra, tari, musik, teater, tradisi lisan, permainan rakyat, kuliner, kerajinan, hingga pengetahuan dan praktik tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.
“Kekayaan budaya tersebut merupakan warisan berharga yang harus dapat perlindungan, pengembangann, dan mewariskannya kepada generasi penerus. Namun, keberlanjutan kebudayaan tidak dapat terwujud dengan sendirinya. Perlu memberikan dedikasi kepada para seniman, budayawan, maestro, komunitas, dan lembaga. Serta masyarakat untuk terus berkarya dan menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Abdul Rahim.
Ia menjelaskan, Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua merupakan bentuk apresiasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kepada individu, lembaga, dan komunitas yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan Banua.
Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap para penerima semakin termotivasi untuk berkarya, memperluas dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan turut melestarikan kebudayaan daerah.
“Melalui penghargaan ini, kami berharap para penerima terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami juga ingin mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga kebudayaan Banua,” tuturnya.





