Hampir 70 Persen Lahan Pertanian di Gambut Terbakar, BWS Kalimantan III Waspadai Krisis Air

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kekeringan yang melanda Kalimantan Selatan meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menekan ketersediaan air baku. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memperkirakan kondisi kering masih berpotensi berlangsung hingga November–Desember.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Erryanto, menyebut hampir 70 persen dari sekitar 10 ribu hektare lahan pertanian di Kecamatan Gambut terbakar. Sementara itu, hujan belum turun di sejumlah wilayah terdampak.

“Sekarang sudah harus beralih ke wilayah Gambut karena hampir 10 ribu lahan pertanian, hampir 70 persennya terbakar. Tugas kita bagaimana caranya meredamkan api di sana,” ujar Sandi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Sandi, penanganan karhutla yang sebelumnya fokus di kawasan Ring I Bandara kini bergeser ke Gambut. Kebakaran lahan pertanian tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga menimbulkan asap yang mengarah ke Kota Banjarmasin.

BWS Kalimantan III juga menyoroti tekanan terhadap pasokan air baku di kawasan Banjarbakula. Ketersediaan air di Bendungan Riam Kanan harus memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari air baku untuk PDAM, irigasi pertanian, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Kita ini mengandalkan Bendungan Riam Kanan. Pemakaiannya cukup banyak, pertama untuk kebutuhan air baku air bersih PDAM Banjarbakula, kemudian untuk irigasi, karhutla, dan PDAM yang di hilir,” jelasnya.

Sandi mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika kemarau berlangsung panjang. Ketersediaan air untuk irigasi terkadang mengalami defisit, sementara kebutuhan pemadaman kebakaran dan pelayanan air bersih tetap harus terpenuhi.

“Sudah dirasakan juga di Kota Banjarmasin, air susah, mati semua. Ini menjadi kendala kita semua terhadap penyediaan air baku di Kota Banjarmasin maupun di Kabupaten Banjar dan semua yang terdampak kekeringan,” katanya.

Karena itu, pemantauan kondisi Bendungan Riam Kanan dan pengaturan pemanfaatan air dinilai penting untuk mengantisipasi terbatasnya pasokan selama kemarau.

“Untuk saat ini, kita bisa memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya, baik untuk irigasi, perikanan, maupun PDAM,” tegasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today