KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Anggaran pembangunan fisik sektor pendidikan di Kabupaten Balangan pada 2027 proyeksinya turun hingga 50 persen. Sebelumnya mendekati Rp40 miliar menjadi sekitar Rp20 miliar. Kebijakan efisiensi juga berdampak pada pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Sebesar 20 persen bagi pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan, Abiji, membenarkan penurunan anggaran tersebut. Kondisi ini membuat pihaknya harus menyesuaikan program kerja dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak.
“Sekarang kami menggunakan skala prioritas, mana yang lebih membutuhkan. Itu yang kami utamakan dan kami danai dulu,” ujar Abiji, Sabtu (17/10/2026).
Selain pembangunan fisik, sejumlah kegiatan nonfisik, seperti bimbingan teknis pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan, juga mengalami pengurangan meski tidak hilang sepenuhnya.
Untuk menjaga program penting tetap berjalan, dinas berharap mendapat dukungan dana penyesuaian atau insentif serta peluang pergeseran anggaran melalui APBD Perubahan.
Abiji mengatakan, program revitalisasi sekolah yang bersumber dari dana APBN turut membantu memenuhi kebutuhan perbaikan infrastruktur pendidikan di Balangan.
Efisiensi juga berdampak pada kesejahteraan pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Abiji, pemangkasan TPP sebesar 20 persen telah diberlakukan berdasarkan perhitungan kinerja September yang dibayarkan pada Oktober 2026.
Penyesuaian anggaran tersebut membuat Disdikbud Balangan harus mengatur kembali prioritas pembangunan dan kegiatan pendidikan agar program yang paling dibutuhkan tetap terlaksana.





