KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 29 wartawan dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-23 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan.
UKW berlangsung selama dua hari di G’Sign Hotel Banjarmasin dan berakhir pada Jumat (2/10/2026). Dari 30 peserta yang terdaftar, satu peserta tidak dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ujian karena sakit.
Para peserta mengikuti ujian pada tiga jenjang, yakni Muda, Madya, dan Utama.
Sekretaris PWI Kalsel Toto Fachrudin mengatakan kelulusan 29 peserta tersebut turut menambah jumlah wartawan kompeten yang tercatat secara nasional.
“Angkatan ini menambah wartawan yang kompeten secara nasional, dari 21.042 menjadi 21.071 yang kompeten,” katanya.
Namun, predikat kompeten bukan menjadi akhir dari proses peningkatan kapasitas wartawan. Penguji UKW sekaligus Ahli Pers, Fathurahman, mendorong wartawan memperkuat kualitas karya jurnalistik, terutama dalam menggali persoalan secara mendalam.
Ia menyoroti semakin minimnya karya jurnalistik investigasi di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
“Hampir tidak ada lagi media kecuali Tempo yang rutin melakukan investigasi. Kata teman-teman di Jakarta, kalau ini hilang maka kita akan sama dengan media sosial,” ujar Fathurahman.
Investigasi jadi Pembeda Media Arus Utama
Menurutnya, investigasi menjadi salah satu pembeda media arus utama dengan informasi yang beredar di media sosial. Karena itu, wartawan tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu mampu mengungkap persoalan yang berdampak bagi kepentingan publik.
“Salah satu pembeda bahwa ia adalah media mainstream ialah karena melakukan investigasi, dan publik menginginkan lebih banyak lagi karya jurnalistik seperti ini,” katanya.
Fathurahman juga menilai perubahan perilaku masyarakat di sejumlah negara Eropa yang kembali melirik media arus utama setelah jenuh dengan maraknya informasi palsu atau hoaks di media sosial menjadi peluang bagi media siber.
Media, menurutnya, dapat membangun kembali kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan memiliki kedalaman.
“Inilah sebetulnya peluang bagi media siber. Karena itu kita sedang mencari jalan untuk menjadi media yang merdeka, tetapi bukan merdeka atau mati, dan semua teman-teman kita sedang mencari pola itu,” ujarnya.
Dengan tambahan 29 wartawan kompeten, PWI Kalsel berharap peningkatan kapasitas tidak hanya tercermin melalui sertifikat kompetensi, tetapi juga melalui karya jurnalistik yang semakin kritis, mendalam, dan berpihak pada kepentingan publik.
Kegiatan ditutup dengan apresiasi pengurus PWI Kalsel dan peserta kepada pemerintah daerah serta Bank Indonesia Perwakilan Kalsel atas dukungan terhadap pelaksanaan UKW.





