Sayembara Tangkap dan Laporkan Pelaku Pembakar Lahan, Gubernur Muhidin Siapkan Hadiah Uang Tunai

oleh
Gubernur Kalsel membuka sayembara menangkap pelaku pembakar lahan. Foto: Biro Adpim
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyiapkan insentif bagi sayembara mengungkap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya warga yang melaporkan hingga membawa pelaku kepada aparat kepolisian.

Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan, pemberian bonus tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat ikut berperan dalam mengungkap dugaan aksi pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.

Menurutnya, langkah tersebut karena penanganan karhutla di sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan munculnya titik api baru.

Kondisi itu menyulitkan tim di lapangan yang tengah berupaya melakukan pemadaman. “Kalau ada masyarakat yang melapor kepada pihak Polda, kemudian tertangkap dan orangnya ada, itu sayembara. Kami berikan dana (uang tunai). Nominalnya pasti ada dari pemerintah, bonusnya banyak,” kata Muhidin.

Meski demikian, Muhidin menegaskan bonus tersebut secara sembarangan. Harus memenuhi sejumlah persyaratan masyarakat bisa mendapatkan insentif.

Salah satunya, dalam melaporkan pelaku harus benar-benar tertangkap dan perbuatannya terbukti melalui proses hukum. Dengan demikian, masyarakat tidak sekadar memberikan informasi atau tuduhan tanpa dasar.

“Tapi syaratnya harus tertangkap, terbukti, dan diserahkan” tegasnya.

Muhidin mengatakan ketentuan tersebut penting untuk memastikan program insentif tidak justru memicu laporan palsu maupun tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat. Penangkapan tetap harus melalui prosedur hukum dan melibatkan aparat berwenang.

“Semoga sayembara ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ancaman karhutla sekaligus membantu aparat mengungkap pihak yang sengaja melakukan pembakaran,” papar Muhidin.

“Kita capek juga, karena mungkin ada yang main-main membakar lahan. Jadi mudah-mudahan sadar yang membakar ini,” sambungnya mendoakan.

Muncul Titik Api

Muhidin juga menyoroti pola munculnya titik api yang terjadi secara berulang. Ketika kebakaran di satu lokasi berhasil terkendali, titik api muncul lagi di kawasan lainnya.

Kondisi tersebut, membuat kerja tim penanganan karhutla menjadi semakin berat karena harus kembali mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi baru.

Selain mendorong partisipasi masyarakat untuk membantu mengungkap pelaku, Pemprov Kalsel juga terus melakukan berbagai langkah untuk menekan dampak karhutla.

Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah yang mengalami kekeringan dan terdampak kebakaran lahan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today