KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kini menyiapkan skema bantuan tambahan bagi anak yang tidak masuk penerima PIP dari pemerintah pusat.
Perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang PAUD itu membuka peluang lebih besar bagi anak-anak Banjarmasin mendapatkan akses pendidikan prasekolah.
Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan perluasan PIP dapat bersinergi dengan program bantuan pendidikan daerah. Pemkot juga menyiapkan regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar pemberian beasiswa bagi anak yang membutuhkan.
“Sekarang sudah sampai ke tingkat PAUD, jadi kita bisa bersinergi bersama pemerintah pusat untuk menyalurkan PIP dan tentunya beasiswa untuk anak-anak,” ujar Neli, Senin (31/8/2026).
Menurut Neli, Pemkot Banjarmasin juga terus menyosialisasikan wajib belajar satu tahun PAUD. Sosialisasi tersebut kini mencapai hampir 50 persen.
“Paling tidak kami melalui pendekatan akan menyosialisasikan, membujuk orang tua. Sehingga orang tua berinisiatif sekolah paling tidak di PAUD terdekat lingkungan rumah,” tuturnya.
Neli menilai biaya dan kesibukan orang tua menjadi sejumlah tantangan dalam mendorong anak mengikuti pendidikan prasekolah. Karena itu, bantuan pendidikan dan akses PAUD yang dekat menjadi bagian dari strategi pemerintah.
Pendidikan Prasekolah jadi Bekal Anak
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menegaskan PAUD tidak hanya membekali anak dengan kemampuan akademik. Pendidikan prasekolah juga membangun kebiasaan dasar sebelum anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“PAUD tidak hanya berkaitan dengan akademiknya, tapi juga seluruh langkah dasar anak ketika anak masuk dalam sekolah PAUD,” jelas Ryan.
Pembelajaran mencakup pengenalan makanan bergizi, kebiasaan hidup sehat, organ tubuh, hingga lingkungan dan pemilahan sampah.
“Jadi diajarkan bagaimana makanan bergizi, kebiasaan hidup sehat, pengenalan organ tubuh, pengenalan lingkungan untuk pemilahan sampah sampai pada wajib belajar satu tahun prasekolah,” katanya.
Ryan mengatakan Pemkot Banjarmasin menjadikan TK Pembina Banjarmasin Tengah sebagai salah satu lokasi percontohan penerapan program tersebut.
Di sisi bantuan pendidikan, Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial masih mendata calon penerima PIP PAUD. Pendataan itu diperlukan untuk mengetahui anak yang memenuhi kriteria tetapi belum mendapat bantuan pemerintah pusat.
“Kalau ada yang tidak tercover di dalam perlinsos, kita mencoba usulkan untuk beasiswa. Saat ini sudah dianggarkan pendamping PIP dari APBD bagi yang tidak tercover di APBN,” ungkap Ryan.
Untuk jenjang SMP, Pemkot telah menganggarkan bantuan pendamping PIP melalui APBD. Sementara untuk PAUD, pemerintah masih menunggu hasil pendataan sebelum menentukan kebutuhan anggaran.
“Nanti kita lihat pendataan terakhir berapa banyak yang tidak tercover di PIP PAUD. Itu nanti kita coba usulkan untuk 17 PAUD negeri binaan Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Ryan menyebut Banjarmasin memiliki sekitar 200 satuan PAUD jika PAUD negeri dan swasta di bawah naungan PKK maupun yayasan dihitung secara keseluruhan.





