Desa Tungkaran Banjar “Diserbu” Asap hingga Permukiman, Karhutla Berlangsung Saban Hari?

oleh
Kabut dampak karhutla menyelimuti DesaTungkaran, warga khawatir anak-anak terkena ISPA. Foto: Zoya NH/kalselmaju
Spread the love

KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keramat, Desa Tungkaran, Martapura, Kabupaten Banjar terus terjadi.

Karhutla di desa ini tak kunjung usai. Api terus melahap rumput liar di lahan kering hampir saban hari.

Hari ini (21/9), sekitar pukul 16.15 Wita api kembali mengganas melahap lahan di Jalan Keramat. Kepulan asap menyelimuti akses pengendara hingga permukiman di sekitar.

Meski jarak pandang masih tergolong aman, namun asap dari karhutla ini tetap mengganggu kesehatan masyarakat setempat.

“Api tidak pernah benar-benar padam, dari sore ke pagi besok dan berlanjut ke hari-hari berikutnya. Ini sudah berlangsung lebih sepekan,” kata Baiti, warga Desa Tungkaran.

Baiti khawatir kesehatan anaknya yang masih tergolong kecil. “Anak saya baru berusia sekitar 3 tahun, jadi saya takut terkena ISPA,” katanya.

Viona (28) juga menyatakan hal serupa. Warga Tungkaran ini termasuk wanita yang sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan anaknya di tengah kabut asap dampak karhutla yang belum jua mereda.

Viona mengaku kabut asap di desanya terjadi saban pagi hari. “Dari subuh hingga sekitar pukul 08.00 Wita. Setelahnya kembali normal,” akunya.

“Namun hari ini, menjelang petang, kabut asap dengan aroma menyengat sudah menutupi perumahan kami. Ini yang pertama kalinya,” sambung Viona.

Ibu satu anak ini mengharapkan penanganan karhutla oleh pemerintah, tidak hanya untuk jangka pendek. Tapi bagaimana pemda mengantisipasi kejadian berulang saban tahun ini.

Sebelumnya, Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menyatakan karhutla di Kalsel bukanlah bencana alam. Tapi jelas akibat aktivitas manusia.

“Sebagian besar kondisi kebakaran ini karena antropogenik atau ulah manusia. Jadi pemicunya adalah iklim, kemudian penyebabnya ulah manusia,” ujar Wamenko Hanif pada Senin (24/8) lalu.

Hanif mengatakan, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla secara sistematis dengan membagi wilayah prioritas menjadi tiga zona utama, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pekayuan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today