Kendati Main Dilapangan Buruk, BKS Tetap Pesta Gol Lawan Negara Dipa HSU di Piala Soeratin U-15

oleh
BKS Piala Soeratin U-15 2026
Pemain BKS berduel dengan pemain Negara Dipa HSU dalam laga Piala Soeratin U-15 Kalimantan Selatan 2026 di Lapangan Sepakbola Tanta, Tabalong. BKS menang telak 6-0. - (foto/Tiwi-Kalselmaju)
Spread the love

KALSELMAJU.COM,TABALONG – Bintang Kalimantan Sukses (BKS) mengawali kiprahnya di Piala Soeratin U-15 Kalimantan Selatan 2026 dengan pesta gol.

BKS menghajar Negara Dipa Hulu Sungai Utara (HSU) dengan skor telak 6-0 pada laga di Lapangan Sepakbola Tanta, Tanjung, Tabalong, Minggu (23/8/2026).

Kemenangan tersebut membuat tim asuhan Ronnie Carvalho mengamankan tiga poin sekaligus membuka peluang lolos ke babak berikutnya.

Namun, kemenangan besar itu tidak sepenuhnya membuat Ronnie puas. Pelatih BKS justru menyoroti kondisi lapangan yang dinilainya belum memenuhi standar pertandingan Piala Soeratin.

“Alhamdulillah kita dapat poin penuh. Walaupun ada sedikit masalah lapangan, yang penting anak-anak sudah bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada,” ujar Ronnie.

Menurutnya, para pemain mampu menjalankan instruksi meski harus beradaptasi dengan karakter lapangan yang berbeda dari biasanya.

“Kita juga bisa mencetak skor cukup lebar sehingga lebih tenang menghadapi pertandingan kedua besok. Kita berharap besok bisa tampil lebih bagus lagi dan mudah-mudahan bisa terus melaju ke babak selanjutnya,” katanya.

Ronnie Protes Kondisi Lapangan

Di balik kemenangan telak tersebut, Ronnie mengaku sempat menyampaikan protes kepada pihak terkait mengenai kondisi lapangan.

Ia menilai terdapat sejumlah fasilitas yang tidak sesuai dengan standar kompetisi, mulai dari ukuran lapangan hingga gawang.

“Saya tadi ada menyampaikan protes. Ini kompetisi Soeratin yang punya standar. Tetapi kami bermain di lapangan yang menurut saya tidak sesuai standar,” ungkapnya.

“Sepertinya ukuran gawang tidak sesuai, ukuran lapangan juga tidak sesuai. Ada beberapa hal yang tidak masuk dalam aturan kompetisi,” sambung Ronnie.

Ronnie berharap PSSI melalui Asprov maupun panitia penyelenggara segera mengevaluasi persoalan tersebut.

Menurut dia, seluruh peserta harus mengikuti regulasi kompetisi. Karena itu, penyelenggara juga perlu memastikan fasilitas pertandingan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kalau tim melakukan pelanggaran pasti ditegur. Jadi penyelenggara juga harus mengikuti aturan yang ada. Hasil pertandingan bisa saja terpengaruh oleh kondisi seperti ini,” tegasnya.

BKS Tetap Fokus Kejar Kemenangan

Ronnie menegaskan pertandingan sepak bola format 11 lawan 11 idealnya menggunakan lapangan sesuai standar.

Ia menilai hal tersebut penting karena Piala Soeratin merupakan kompetisi resmi dengan regulasi yang harus dipatuhi seluruh pihak.

“Ini bukan pertandingan SSB biasa. Ini kompetisi besar, Soeratin U-15. Tidak bisa dimainkan di lapangan yang ukurannya kecil untuk format 11 lawan 11,” katanya.

Meski mempersoalkan kondisi lapangan, Ronnie memastikan BKS tidak ingin kehilangan fokus.

BKS akan kembali bertanding di lapangan yang sama pada laga berikutnya. Para pemain pun sudah mulai memahami karakter lapangan tersebut.

“Besok kami main lagi di sini. Anak-anak sudah tahu kondisi lapangan. Mudah-mudahan semua kendala yang ada bisa kami lewati dan tetap tampil maksimal,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today