KALSELMAJU.COM, BANJARBARU — Brigade Pengendalian (Brigdal) karhutla Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Pengerahan personel setiap hari untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan hutan lindung.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah batas Hutan Lindung Lianganggang, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru. Personel Brigdalkarhutla melakukan pemadaman, pembasahan, patroli dan penyisiran untuk memastikan api tidak masuk serta menjalar ke dalam kawasan hutan lindung.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, terus memastikan kesiapsiagaan personel dalam merespons setiap laporan karhutla.
Pada Rabu (19/8/2026), Fathimatuzzahra juga memastikan kesiapan posko jaga Brigdal karhutla terpadu di kawasan Hutan Lindung Lianganggang. Memperkuat pengawasan dan mempercepat respons di lapangan.
Penanganan karhutla di Jalan Makmur dan Jalan Kurnia, Kota Banjarbaru. Secara terpadu dengan melibatkan Brigdalkarhutla Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Brigdalkarhutla KPH Kayu Tangi, serta BPBD Kalsel.
Tim mengoperasikan satu unit mesin Alcon 1,5 dan dua unit mesin jinjing 1,5 untuk memadamkan sekaligus melokalisasi api. Dukungan sarana juga dengan satu unit mobil tangki, tiga unit mobil pikap yang membawa tandon berkapasitas 1.000 liter, serta satu unit bak penampungan air portabel berkapasitas 5.000 liter.
Tambah Mesin
Selain itu, tambahan dua unit mesin jinjing dan satu unit mesin Kholer 2,5 inci bertekanan tinggi. Setelah kobaran terkendali, personel kembali melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Kondisi lahan, terutama kawasan gambut, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api yang terlihat telah padam terkadang kembali muncul dari bawah permukaan tanah. Karena itu, proses pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh dan berulang hingga bara benar-benar dipastikan mati.
Di tengah panas, kepulan asap, medan yang sulit, serta kelelahan, personel Brigdalkarhutla tetap bertahan agar api tidak bergerak mendekati Hutan Lindung Lianganggang. Dari Posko Brigdalkarhutla di Banjarbaru, patroli dan penyisiran juga terus dilakukan dengan jangkauan sekitar 15 kilometer setiap hari, khususnya di sekitar kawasan hutan lindung.
Fathimatuzzahra menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras seluruh personel yang terus berada di lapangan dalam menghadapi karhutla.
“Semangat yang tak pernah hilang ini sangat saya apresiasi. Setiap hari mereka turun, mengulur selang menyusuri lokasi kebakaran dan memastikan api tidak kembali menyala,” katanya.
“Perjuangan ini bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk mengurangi asap agar masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih segar,” imbuh Fathimatuzzahra.
Upaya pengendalian karhutla juga terus dilakukan personel Brigdalkarhutla UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di berbagai kabupaten/kota. Mereka bergerak bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan dinas kehutanan sebagai garda terdepan dalam mencegah dan menangani karhutla di wilayah masing-masing.





