KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pengelolaan data kepegawaian Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan hasil membanggakan. Berdasarkan hasil penilaian Indeks Kualitas Data (IKADA), Banjarbaru berhasil menempati peringkat pertama se-Kantor Regional (Kanreg) VIII dengan predikat “Sangat Tinggi”.
Tak hanya unggul dalam peringkat, Banjarbaru juga mencatatkan nilai maksimal sebesar 100,00. Capaian tersebut menjadi gambaran konsistensi Pemko Banjarbaru dalam menjaga ketepatan, akurasi, serta pemutakhiran data kepegawaian.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, mengapresiasi kinerja jajaran pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam mempertahankan kualitas data tersebut.
Menurutnya, pengelolaan data yang baik memiliki peran penting dalam mendukung proses pengambilan kebijakan sekaligus memperkuat reformasi birokrasi.
“Apresiasi atas capaian IKADA Kota Banjarbaru dengan predikat sangat tinggi, rangking kualitas data urutan 1 se-Kanreg VIII dengan total nilai 100,00,” ujar Lisa.
Ia menilai, capaian tersebut tidak sebatas keberhasilan administratif. Data yang akurat menjadi salah satu fondasi bagi pemerintah untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Keberhasilan ini tentunya sangat bermanfaat dalam dukungan kebijakan dan reformasi birokrasi, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berbasis data,” katanya.
Selain mendukung kebijakan, kualitas data yang optimal juga berdampak terhadap pengelolaan sumber daya manusia aparatur. Data kepegawaian yang akurat akan memudahkan berbagai proses administrasi dan layanan karier ASN.
“Pencapaian ini akan mempermudah proses administrasi dan layanan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional melalui ekosistem digital,” tambahnya.
Pemko Banjarbaru selanjutnya berkomitmen mempertahankan capaian tersebut dengan terus melakukan pemutakhiran dan pembenahan pengelolaan data kepegawaian.
Langkah itu penting seiring kebutuhan pemerintahan yang semakin bergantung pada sistem digital. Dengan data yang valid dan terintegrasi, harapannya proses birokrasi menjadi lebih cepat, adaptif, serta mampu memberikan dukungan yang lebih baik terhadap pelayanan kepada masyarakat.annya bagian dari penguatan birokrasi berbasis digital.





