KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Kelayan ramai dengan dentuman musik unik berbahan barang bekas dalam Festival Musik Sampah yang berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan kolaboratif antara Pemkot Banjarmasin dan Kementerian Kebudayaan melalui dukungan LPDP ini menjadi gerakan edukasi lingkungan sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Budporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menegaskan bahwa festival ini membawa pesan kuat tentang pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai.
“Tujuan utamanya menyampaikan kepada masyarakat bahwa sampah bukan barang yang harus dibuang, tetapi bisa bermanfaat kembali. Bahkan barang bekas bisa menjadi alat musik,” tegasnya, Jumat (8/5/2026).
Festival ini melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat bidang kesenian yang berkolaborasi dengan tim Pemkot Banjarmasin. Selain pertunjukan musik kreatif, festival juga menghadirkan edukasi pengolahan dan pengemasan sampah yang menarik bagi generasi muda.
Ibnu Sabil juga menyampaikan bahwa festival ini menjadi momentum menghidupkan kembali kawasan RTH Teluk Kelayan. Selama ini belum termanfaatkan secara maksimal sebagai ruang publik kreatif.
“Harapannya festival ini bisa memberi edukasi kepada anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya. Dan memahami bahwa sampah bisa menjadi barang yang bermanfaat,” tambahnya.





