KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalimantan Selatan mulai mematangkan. Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalsel tahun 2026. Yang berlangsung di Banjarmasin pada 18 hingga 24 Mei mendatang.
Salah satu fokus utama dalam persiapan kali ini adalah memastikan keabsahan data seluruh peserta. Dispora Kalsel telah melakukan verifikasi administrasi sejak sebulan sebelum pelaksanaan, termasuk mewajibkan seluruh peserta mengunggah dokumen identitas melalui sistem berbasis daring.
Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan. Bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh proses administrasi lebih awal guna menghindari kendala saat pelaksanaan.
“Untuk tahun 2026, persiapan POPDA sudah kami lakukan sejak satu bulan sebelumnya, terutama terkait keabsahan data peserta. Seluruh dokumen sudah masuk melalui website,” ujarnya.
Namun demikian, terdapat kebijakan baru yang. Seluruh peserta wajib membawa identitas diri resmi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Identitas Anak (KIA) saat pelaksanaan kegiatan.
Menurut Rijal, kebijakan ini sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kecurangan yang sempat menjadi sorotan pada pelaksanaan sebelumnya. Khususnya terkait validitas usia dan identitas atlet.
“Dari identitas diri ini, kami berharap tidak ada lagi kecurangan seperti tahun sebelumnya yang sempat menjadi permasalahan,” tambahnya.
POPDA Kalsel 2026 akan mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli indoor, sepak bola, dan sepak takraw. Ajang ini harapannya menjadi sarana pembinaan atlet pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit unggul dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Selain itu, pelaksanaan POPDA juga menjadi momentum untuk meningkatkan sportivitas serta kualitas kompetisi di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga sejak usia dini di daerah.





