KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel berkomitmen meningkatkan kualitas pembangunan pemuda melalui berbagai program yang terintegrasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
IPP merupakan indikator yang pemerintah gunakan untuk mengukur kualitas pembangunan generasi muda di suatu daerah. Penilaian IPP mengacu pada domain yang Kementerian Pemuda dan Olahraga RI tetapkan, meliputi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kepemimpinan dan partisipasi pemuda, serta kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi.
Data Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel mencatat IPP provinsi ini naik konsisten sejak 2021. Pada 2021, IPP Kalsel berada di angka 49,33, kemudian naik menjadi 50,17 pada 2022. Kenaikan signifikan terjadi pada 2023 dengan capaian 54,67, dan kembali meningkat menjadi 55,83 pada 2024.
Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono, menyebut peningkatan paling terlihat pada domain partisipasi pemuda, kesehatan, dan pendidikan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah domain seperti partisipasi pemuda, kesehatan, dan pendidikan mengalami peningkatan,” ungkap Budi.
Rencana Aksi Daerah dan Sinergi Provinsi–Kabupaten/Kota
Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah pembangunan kepemudaan yang melibatkan berbagai perangkat daerah.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Peran pemerintah daerah sangat besar dalam mendukung berbagai program kepemudaan di lapangan.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai program pembangunan pemuda harapannya berjalan lebih terintegrasi dan selaras antara provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.





