KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga membuka tahapan pembekalan bagi calon Sarjana Pemuda Pelopor Pedesaan (SP3) dan koordinator wilayah (korwil).
Pembekalan tersebut berlangsung dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang di Gedung Sarantang Saruntung Setda Tanahlaut, Kamis (5/3/2026).
Program SP3 tahun 2026 targetnya akan menjangkau 40 desa dengan masa tugas selama satu tahun. Hal tersebut menjadi tahap awal untuk menjangkau 135 desa di wilayah Kabupaten Tanahlaut.
Mewakili Bupati Tanahlaut Rahmat Trianto, Asisten II Setda Tanahlaut, Masturi, menegaskan bahwa sektor kepemudaan menjadi salah satu pilar pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah sangat konsen terhadap pengembangan kepemudaan. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Masturi juga meminta para peserta mampu menyatukan visi dengan pemerintah desa serta unsur masyarakat. Agar potensi lokal dapat berfungsi maksimal dan program mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Sementara itu, Kepala Dispora Tanahlaut, Rudi Imtihansyah, mengatakan bimtek yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari proses seleksi.
Dari 43 calon SP3 dan 33 calon korwil yang mengikuti kegiatan, hanya peserta yang memenuhi kualifikasi yang akan terjun ke desa.
“Program SP3 bukan sekadar penugasan, tetapi bentuk pengabdian. Para sarjana ini diharapkan mampu membaca potensi desa dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada,” katanya.
Rudi menegaskan, keberadaan SP3 bukan untuk menjadi pesaing perangkat desa, melainkan sebagai mitra dan akselerator pembangunan.
Sebagai bentuk dukungan, peserta yang lolos akan menerima insentif bulanan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut juga tengah menyiapkan skema dukungan modal usaha agar para pemuda pelopor dapat mandiri secara ekonomi setelah masa tugas berakhir.
Kehadiran SP3 harapannya dapat membantu aparat desa dalam mengembangkan potensi wilayah, sekaligus mendorong keterlibatan pemuda desa agar lebih aktif dan produktif.





