KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin resmi mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap Virus Nipah. Virus ini merupakan penyakit zoonosis emerging yang berpotensi menimbulkan dampak serius pada kesehatan manusia.
Meski hingga saat ini belum ada kasus terkonfirmasi di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin. Namun, masyarakat harapannya tetap waspada dan tidak lengah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Emma Arisnawati, menjelaskan bahwa Virus Nipah secara alami adalah bawaan kelelawar buah. Selain itu, virus ini dapat menular ke manusia melalui berbagai jalur.
“Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, kontak dengan cairan tubuh pasien, maupun konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus,” jelas Emma, Sabtu (7/2/2026).
Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Gejala awal yang umum muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan nyeri tenggorokan.
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi pusing atau mengantuk berlebihan. Selanjutnya, penurunan kesadaran hingga ensefalitis akut atau peradangan otak yang berisiko fatal bisa saja terjadi.
Hingga kini, diagnosis Virus Nipah masih mengandalkan pemeriksaan PCR. Belum tersedia pengobatan spesifik maupun vaksin, sehingga penanganan pasien masih bersifat suportif untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Mengingat posisi geografis Indonesia serta tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah dan antarnegara, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya langkah pencegahan mandiri.
“Masyarakat diimbau tidak mengonsumsi nira langsung dari pohon tanpa dimasak karena berisiko terkontaminasi cairan tubuh kelelawar. Buah harus dicuci dan dikupas dengan bersih, serta dibuang jika terdapat bekas gigitan kelelawar,” ujar Emma.
Selain itu, masyarakat juga harus memastikan agar memasak konsumsi daging ternak hingga matang sempurna. Mereka juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang tampak sakit, serta membiasakan cuci tangan, etika batuk dan bersin, dan menggunakan masker saat merasa tidak sehat.
Dinkes Banjarmasin juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari hoaks. Gunakan sumber resmi pemerintah sebagai rujukan,” tegasnya.





