Pemulihan Pascabanjir Belum Tuntas, BPBD Balangan Ajukan Perpanjangan Masa Transisi

oleh
oleh
BPBD Balangan mengusulkan perpanjangan masa transisi pemulihan pascabanjir dan banjir bandang yang saat ini masih berlangsung hingga 4 Februari 2026. (Foto: BPBD Balangan)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengusulkan perpanjangan masa transisi pemulihan pascabanjir dan banjir bandang yang saat ini masih berlangsung hingga 4 Februari 2026.

Pemerintah Kabupaten Balangan terus mempercepat proses pemulihan, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong.

Pemulihan berlangsung di berbagai sektor, mulai dari pendampingan psikososial, perbaikan rumah warga, hingga pembenahan infrastruktur terdampak banjir. Namun, sejumlah pekerjaan fisik belum sepenuhnya tuntas dan masih memerlukan waktu tambahan.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan rekomendasi perpanjangan masa transisi pemulihan untuk dibahas bersama pimpinan daerah melalui rapat tingkat satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Nanti akan kami rekomendasikan kepada pimpinan daerah melalui rapat tingkat SKPD untuk menyusun data kemajuan di lapangan dan menjadi bahan pertimbangan perpanjangan masa transisi,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, penetapan masa transisi pemulihan tahap awal berlaku selama satu bulan sebagai dasar evaluasi awal. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penetapan kebijakan lanjutan oleh pemerintah daerah.

“Nanti akan kami sampaikan kepada Bupati Balangan apakah status masa transisi pemulihan perlu diperpanjang atau tidak,” katanya.

Rahmi menambahkan, durasi perpanjangan akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi riil di lapangan, terutama pada pekerjaan yang belum selesai.

“Jika memang dibutuhkan, misalnya sampai tiga bulan untuk pemulihan, maka akan ditetapkan perpanjangan selama tiga bulan,” ucapnya.

Menurutnya, pemulihan psikososial masyarakat relatif lebih cepat daripada pemulihan fisik. Saat ini, penanganan lanjutan masih berfokus pada perbaikan infrastruktur dan rumah warga.

“Tersisa perbaikan fisik, salah satunya perbaikan jembatan. Tercatat ada sembilan jembatan yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan waktu cukup lama untuk diperbaiki,” jelas Rahmi.

BPBD Balangan memastikan proses pemulihan akan berjalan secara bertahap hingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Visited 1 times, 1 visit(s) today