Glamping di Atas Kelotok Dipromosikan Pemkot Banjarmasin, Namun Kelayakan dan Teknis Masih Abu-abu

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin kembali melontarkan gagasan pengembangan wisata susur sungai dengan konsep baru, yakni glamping di atas kelotok.

Konsep ini sebagai bentuk inovasi wisata untuk memperkuat identitas kota berbasis sungai. Namun, di balik promosi yang mulai mengemuka, berbagai aspek teknis, keselamatan, hingga kelayakan program justru masih belum memiliki kejelasan.

“Wisatanya tidak hanya susur sungai saja. Kami akan buat beberapa paket wisata yang lebih menarik, seperti glamping di atas kelotok untuk menikmati sunset,” ujar Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, Senin (24/11/2025).

Ia menilai potensi sungai menjadi keunggulan tersendiri yang harus berjalan maksimal.

“Kalau Banjarbaru dan Kabupaten Banjar memiliki potensi gunung, maka Banjarmasin memiliki potensi sungai,” katanya.

Rencana tersebut ternyata masih berada pada tahap konsep awal. Dinas belum merinci pola operasional, skema kerja sama dengan pemilik kelotok, standar keselamatan, hingga mekanisme pembagian hasil.

“Pembicaraan dengan paman kelotok sudah ada, dan mereka setuju. Tapi detailnya masih kami hitung, mulai dari pendapatan mereka sampai retribusi yang kami tarik,” ujar Ibnu.

Di sisi lain, pemerintah memastikan paket ini bisa terjual dengan harga terjangkau. Klaim tersebut menimbulkan pertanyaan tersendiri, khususnya terkait keberlanjutan program dan kemampuan tarif murah dalam menutup biaya operasional, perawatan armada, serta penerapan standar keselamatan wisata air.

Konsep glamping di atas kelotok tersebut rencananya lengkap dengan kasur, makanan, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun hingga kini belum ada penjelasan detail mengenai standar kenyamanan, kapasitas maksimal penumpang, stabilitas perahu, hingga prosedur keselamatan jika terjadi kondisi darurat di sungai.

“Termasuk makanan dan fasilitas pendukung lainnya sudah kami siapkan dalam paket ini,” klaim Ibnu, tanpa menguraikan lebih lanjut spesifikasi teknisnya.

Dengan masih kaburnya aspek teknis dan keamanan, rencana ini masih perlu kajian lebih matang agar tidak sekadar menjadi gimmick wisata, melainkan benar-benar memberikan pengalaman aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wisatawan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today